AKTIVI.ID-Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusaka) Provinsi Sulawesi Tengah sukses menggelar Festival Literasi 2026 selama dua hari, 14-15 September 2026.
Mengusung tema “Literasi Bermartabat, Perpustakaan Berdaya: Berani Cerdas untuk Sulawesi Tengah Nambaso”, kegiatan tersebut dipusatkan di Kantor Dispusaka Sulteng dan melibatkan perwakilan dari 13 kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah.
Festival Literasi 2026 tidak hanya mengangkat budaya membaca, tetapi juga memadukan literasi dengan pelestarian budaya lokal. Sejumlah kegiatan seperti lomba bertutur, pembuatan konten digital literasi hingga lomba dero menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.
Konsep literasi untuk kesejahteraan atau literacy for well-being juga menjadi bagian penting dalam festival tersebut. Konsep itu diwujudkan melalui gerakan pangan murah, pemeriksaan kesehatan gratis serta pameran produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) lokal.
Sejumlah kompetisi edukatif turut digelar. Lomba bertutur tingkat SD/MI diikuti 12 peserta dari 12 kabupaten/kota. Lomba resensi buku diikuti 55 peserta, sementara lomba video konten literasi mencatat 23 pendaftar.
Adapun lomba dero tingkat SMA/SMK sederajat diikuti enam tim. Festival juga menghadirkan gerakan pangan murah yang digelar bekerja sama dengan Dinas Pangan Provinsi Sulawesi Tengah.
Kepala Bidang P3KM Dispusaka Sulteng, Munashir, S.E., M.M., mengatakan Festival Literasi 2026 tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi dirancang sebagai ruang untuk meningkatkan kemampuan literasi sekaligus kegemaran membaca masyarakat.
Menurutnya, literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga menjadi salah satu kunci dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing dan berkarakter.
“Festival ini menjadi wadah integrasi dan sinergi antara pemerintah daerah dari 13 kabupaten/kota, pegiat literasi, akademisi serta masyarakat luas,” ujar Munashir.
Ia menjelaskan, festival menghadirkan ruang eksibisi, kompetisi dan dialog interaktif yang menjadi wadah pertukaran gagasan sekaligus memperkuat komitmen dalam memperluas akses layanan perpustakaan.
Akses layanan tersebut, kata dia, diharapkan tidak hanya tersedia di lingkungan sekolah, tetapi juga dapat menjangkau masyarakat hingga pelosok dan desa-desa di Sulawesi Tengah.
Sementara itu, Kepala Dispusaka Sulteng, Siti Rachmi Amir Singi, S.Sos., M.Si., mengatakan Festival Literasi 2026 merupakan bentuk nyata semangat Berani Cerdas melalui kolaborasi pemerintah, komunitas dan akademisi.
“Festival ini tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan minat baca, tetapi juga membangun ketangguhan, keberanian berinovasi dan daya kritis generasi muda,” ujarnya.
Akademisi sekaligus pegiat literasi, Syamsul Bahri, mengapresiasi pelaksanaan Festival Literasi 2026. Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dikembangkan sehingga semakin meriah dan melibatkan lebih banyak peserta.
“Kegiatan ini ke depan diharapkan semakin meriah, termasuk dengan semakin banyak cabang kegiatan kompetitif dan edukatif yang digelar,” katanya.

