AKTIVI.ID — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Sulawesi Tengah berhasil mengamankan pelaksanaan kegiatan Gema Dakwah yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulawesi Tengah, Rabu (15/4/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Baitul Khairaat ini menghadirkan penceramah nasional, Hanan Attaki, dan dihadiri ratusan hingga ribuan jemaah dari berbagai wilayah di Kota Palu dan sekitarnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Sulawesi Tengah H.Anwar Hafid bersama Wakil Gubernur Reny A. Lamadjido, Sekretaris Daerah Sulawesi Tengah Novalina, serta jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
Sejak sebelum kegiatan dimulai hingga acara berakhir, personel Satpol PP disiagakan di sejumlah titik strategis guna memastikan kelancaran dan ketertiban jalannya kegiatan. Pengamanan difokuskan pada pengaturan arus masuk dan keluar jemaah, penataan area parkir, serta menjaga kondusivitas di dalam dan sekitar lokasi acara.
Gema Dakwah yang dimulai pukul 15.00 WITA tersebut mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat, terutama kalangan generasi muda yang memadati area masjid hingga pelataran.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Anwar Hafid menyampaikan makna dan latar belakang program “Berani Berkah” yang menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Ia menekankan bahwa kesejahteraan dan rasa aman merupakan dua hal mendasar yang harus diwujudkan dalam pembangunan daerah.
“Kalau kita ingin membangun Sulawesi Tengah, maka kuncinya adalah memakmurkan masjid dan menegakkan salat. Dari situlah lahir ketenangan dan kesejahteraan,” ujarnya.
Gubernur Anwar juga mengajak masyarakat untuk semakin mencintai masjid serta membiasakan membaca Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari melalui gerakan “Sulteng Mengaji”, sebagai bagian dari implementasi Berani Berkah.
Usai sambutan gubernur, tausiyah disampaikan oleh Ustaz Hanan Attaki yang menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam membangun peradaban daerah. Ia mengapresiasi dominasi kehadiran generasi muda dalam kegiatan tersebut.
“Hari ini Masjid Baitul Khairaat menjadi masjidnya generasi Z dan milenial. Ini menunjukkan anak-anak muda Palu dan Sulawesi Tengah adalah generasi yang cinta masjid,” ujarnya.
Dalam tausiyahnya, ia menegaskan bahwa ukuran kemajuan suatu peradaban bukan semata pada pembangunan fisik, melainkan pada kualitas manusianya. Ia mengutip ajaran Islam yang menempatkan generasi sebagai inti dari peradaban.
“Peradaban yang hebat bukan hanya tentang smart city, tetapi tentang smart citizen. Bukan sekadar bangunan megah, tetapi manusianya yang unggul,” katanya.
Menurutnya, sejarah peradaban besar selalu ditopang oleh peran generasi muda. Ia mencontohkan bagaimana pada masa awal Islam, mayoritas yang menerima dakwah adalah kalangan pemuda yang menjadi motor perubahan.
Dengan pengamanan yang terkoordinasi dan suasana yang kondusif, kegiatan Gema Dakwah berlangsung tertib hingga selesai. Kehadiran ribuan jemaah, dominasi generasi muda, serta sinergi antara pemerintah dan masyarakat mencerminkan semangat kebersamaan dalam menyemarakkan HUT ke-62 Sulawesi Tengah sekaligus memperkuat nilai-nilai religius di tengah kehidupan sosial. *



