12.8 C
New York
Sabtu, Mei 23, 2026

Buy now

spot_img

Purbaya Ramal IHSG Menguat Pekan Depan

AKTIVI-ID– Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa optimistis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan kembali menguat pekan depan seiring perbaikan fundamental ekonomi nasional. Menurut dia, pergerakan IHSG berpotensi melesat pada pekan depan setelah sempat berada di kisaran level 5.900.

“Saya pikir sih, kalau lihat dari teknikalnya sih, minggu depan sudah lari kencang,” ujar Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (22/5/2026), dikutip dari Republika.co.id.

Ia meminta pelaku pasar tidak khawatir terhadap kondisi pasar saham saat ini karena pemerintah akan terus memperkuat ekonomi nasional ke depan. Lebih lanjut, Purbaya menyampaikan rebound IHSG hanya tinggal menunggu waktu karena kondisi fundamental ekonomi Indonesia dinilai tetap baik.

“Jadi tinggal tunggu waktu saja sampai, enggak lama kalau enggak salah, sampai harga IHSG akan rebound lagi,” katanya.

Purbaya juga menjelaskan pergerakan harga saham pada akhirnya sangat bergantung pada fundamental perusahaan dan kondisi ekonomi secara keseluruhan.

Ia menilai apabila perekonomian membaik, profitabilitas perusahaan juga akan meningkat sehingga harga saham semestinya ikut menguat.

“Itu akan dimulai oleh fundamental perekonomian. Kalau ekonominya bagus, profitability juga meningkat. Jadi harusnya sih, enggak mungkin kalau perusahaannya untung, sahamnya jatuh. Berarti, undervalued, beli saja pasti untungnya,” ujar Purbaya.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat sore ditutup menguat ditopang rebound saham-saham sektor energi dan basic materials (barang baku). IHSG ditutup menguat 67,11 poin atau 1,10 persen ke posisi 6.162,05. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 4,04 poin atau 0,66 persen ke posisi 620,44.

IHSG ditutup menguat setelah sebelumnya sempat melemah hingga menyentuh level 5.966,86 pada perdagangan hari ini, dengan hampir seluruh sektor ditutup di zona hijau.

Di tempat terpisah, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan optimisme terhadap fundamental perekonomian nasional berdasarkan perhitungan dan langkah kebijakan yang terukur.

“Itu bukan overoptimistis, itu calculated move. Kita hitung langkah-langkah kita seperti apa, kita lihat dampaknya, kira-kira memang akan ke sana,” ujar Purbaya.

Purbaya menyampaikan perekonomian Indonesia terus menunjukkan kinerja positif. Pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2026 mencapai 5,61 persen yang ditopang konsumsi rumah tangga, investasi, dan akselerasi konsumsi pemerintah.

“Sekarang mesin ekonomi kita sudah mulai bergerak dua-duanya, mesin pemerintah dan mesin sektor swasta. Dan ini akan kita jalankan terus ke depan,” ujarnya.

Dia pun menyatakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap dikelola dengan bijak dan efektif untuk menjaga momentum pertumbuhan sekaligus menjaga kesehatan fiskal.

Sebagai catatan, defisit APBN terkendali di level 0,64 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) atau senilai Rp 164,4 triliun per 30 April 2026.

“Defisit tidak bertambah, tetapi pertumbuhan ekonomi kita lebih cepat dari desain. Jadi kita bisa mengelola anggaran lebih efisien dan memastikan sektor swasta lebih hidup lagi,” katanya menambahkan.

Di sisi lain, pemerintah terus memperkuat iklim investasi dan kemudahan berusaha melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga.

Pemerintah juga membentuk satuan tugas untuk mempercepat penyelesaian berbagai hambatan investasi melalui sidang yang digelar secara berkala.

Dalam kesempatan yang sama, Menkeu turut menyoroti tingginya kepercayaan investor global terhadap perekonomian Indonesia. Hal itu tercermin dari penerbitan obligasi global (global bond) Indonesia yang tetap mendapatkan respons positif di tengah volatilitas pasar keuangan global.

Menurut Purbaya, minat investor terhadap surat utang Indonesia menunjukkan keyakinan pasar terhadap kredibilitas kebijakan fiskal dan prospek ekonomi nasional.

Menkeu menegaskan pemerintah akan terus menjaga sinergi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan guna memperkuat stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.*

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles