21.1 C
New York
Rabu, September 9, 2026

Buy now

spot_img

MAN IC Palu Gelar Maulid Nabi, Tekankan Akhlakul Karimah di Era Digital

AKTIVI.ID– Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia (IC) Kota Palu menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Aula MAN IC Palu, Selasa (8/9/2026).

Kegiatan yang mengangkat tema “Menghidupkan Nilai-Nilai Akhlakul Karimah Rasulullah SAW di Era Transformasi Digital” tersebut diikuti peserta didik, guru, serta tenaga kependidikan MAN IC Palu.

Peringatan Maulid Nabi ini juga turut dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat, di antaranya Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Tengah, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sulteng, Kepala Kantor Kemenag Kota Palu, Kepala Seksi Pendidikan Islam Kemenag Kota Palu, pengawas pembina, Ketua Pokjawas, Ketua Komite MAN IC Palu beserta pengurus, Camat Palu Utara, Lurah Mamboro, serta sejumlah imam masjid di sekitar wilayah Mamboro.

Dalam kegiatan tersebut, MAN IC Palu menghadirkan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu, Prof. Dr. K.H. Zainal Abidin, M.Ag, untuk menyampaikan hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW.

Dalam ceramahnya, Prof Zainal Abidin mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan dalam menjalani kehidupan. Katanya, akhlak mulia Rasulullah SAW merupakan contoh terbaik yang tetap relevan diterapkan dalam kehidupan, termasuk di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Kemajuan teknologi memberikan kemudahan bagi manusia dalam berkomunikasi, memperoleh informasi, dan membangun hubungan sosial. Namun, di sisi lain, perkembangan tersebut juga menghadirkan berbagai tantangan, terutama dalam menjaga etika dan perilaku di ruang digital.

Karena itu, nilai-nilai yang dicontohkan Rasulullah SAW, seperti kejujuran, kesabaran, amanah, kasih sayang, rendah hati, serta menghargai orang lain, perlu menjadi landasan dalam menggunakan teknologi. Akhlak tersebut tidak hanya diterapkan dalam kehidupan nyata, tetapi juga harus tercermin dalam aktivitas di media sosial maupun berbagai ruang komunikasi digital.

Di era digital, setiap orang dituntut untuk lebih bijak dalam menerima, mengolah, dan menyebarkan informasi. Keteladanan Rasulullah SAW mengajarkan pentingnya berkata benar, menghindari fitnah, tidak menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya, serta menghormati perbedaan pendapat.

Nilai-nilai tersebut menjadi semakin penting ketika arus informasi bergerak begitu cepat dan setiap orang dapat dengan mudah menyampaikan pendapat kepada publik.

Menurutnya, kemajuan teknologi seharusnya tidak membuat manusia kehilangan nilai-nilai kemanusiaan dan akhlak. Sebaliknya, teknologi harus dimanfaatkan sebagai sarana untuk menyebarkan kebaikan, memperkuat silaturahmi, menambah pengetahuan, serta memberikan manfaat bagi sesama.

Ia juga mengingatkan bahwa perbedaan pendapat merupakan sesuatu yang biasa terjadi dalam kehidupan bermasyarakat. Namun, yang tidak semestinya dilakukan adalah memaksakan pendapat kepada orang lain.

“Perbedaan pendapat itu hal biasa. Yang tidak biasa adalah memaksakan pendapat kepada orang lain,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kota Palu, Dr. H. Ahmad Hasni, M.Pd.I, berharap peringatan Maulid Nabi dapat semakin menumbuhkan kecintaan umat kepada Rasulullah SAW.

Menurutnya, kecintaan tersebut tidak cukup hanya diwujudkan melalui peringatan Maulid, tetapi harus tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari.

Ia berharap keteladanan terhadap Nabi Muhammad SAW semakin nyata dalam kehidupan peserta didik maupun seluruh keluarga besar MAN IC Palu.

“Melalui Maulid Nabi Muhammad SAW ini, kita berharap semakin tumbuh rasa cinta kepada Baginda Nabi Muhammad SAW dan keteladanan kepada beliau semakin nyata dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Kepala MAN IC Kota Palu, Dr. Hj. Mardiati Rosmah, S.Ag., M.Ag, mengatakan peringatan Maulid Nabi telah menjadi agenda rutin di madrasah tersebut. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari proses pendidikan karakter bagi peserta didik.

“Maulid Nabi menjadi salah satu sarana pendidikan bagi peserta didik untuk terus mengingat dan meneladani akhlak Rasulullah SAW,” jelasnya.

Ia mengatakan, peserta didik diharapkan mampu menerapkan sifat-sifat mulia Rasulullah, seperti kejujuran, kesabaran, kasih sayang, dan kepedulian dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, peringatan Maulid juga menjadi momentum untuk meningkatkan rasa cinta dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus memperkuat nilai-nilai religius di lingkungan madrasah.

“Nilai-nilai keteladanan Rasulullah harus terus ditanamkan kepada peserta didik agar tidak hanya dipahami, tetapi juga diwujudkan dalam perilaku sehari-hari,” ujarnya.

Semarak peringatan Maulid Nabi di MAN IC Palu juga terlihat dari suasana aula madrasah yang dihiasi sejumlah pohon telur. Berbagai pohon telur dengan hiasan yang menarik tampak berjajar di bagian tengah ruangan dan di sejumlah sudut aula.

Hiasan tersebut merupakan hasil kreativitas peserta didik bersama guru dan tenaga kependidikan sebagai bentuk kegembiraan dalam memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles