23.2 C
New York
Jumat, Mei 29, 2026

Buy now

spot_img

Idul Adha di Unismuh Palu, Jemaah Diajak Meneladani Kesabaran Nabi Ibrahim AS

AKTIVI.ID-Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu melaksanakan Salat Idul Adha 1447 Hijriah di lingkungan kampus, Rabu (27/5/2026). Pelaksanaan salat berlangsung khidmat dan diikuti civitas akademika serta masyarakat di sekitar kampus.

Kegiatan keagamaan tersebut dihadiri langsung Rektor Unismuh Palu, Prof. Dr. H. Rajindra, S.E., M.M., bersama jajaran wakil rektor, dekan, direktur, ketua lembaga, dosen, staf, mahasiswa, hingga warga sekitar.

Mahasiswa Fakultas Agama Islam (FAI) Unismuh Palu, Fajrin Amir, dipercaya menjadi imam salat Idul Adha. Sementara khutbah disampaikan Ketua LP2AIK Unismuh Palu, Dr. Fery, S.Sos., M.Si.

Dalam khutbahnya, Fery mengajak seluruh jemaah meneladani kisah keluarga Nabi Ibrahim AS, khususnya peristiwa pengorbanan Nabi Ismail AS sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT.

Ia menjelaskan, tradisi berkurban telah ada sejak masa Nabi Adam AS melalui kisah Qabil dan Habil, kemudian diteruskan oleh para nabi, termasuk Nabi Ibrahim AS.

“Nabi Ibrahim termasuk nabi yang memiliki kesabaran luar biasa. Salah satu ujian terbesarnya adalah kerelaan mengorbankan putra tercintanya, Ismail, yang telah dinanti-nantikan selama puluhan tahun. Semua itu dilakukan semata-mata sebagai bentuk ketaatan atas perintah Allah SWT,” ujar Fery.

Menurutnya, atas kuasa Allah SWT, Nabi Ismail kemudian digantikan dengan seekor hewan sembelihan besar sesaat sebelum proses penyembelihan berlangsung. Peristiwa tersebut menjadi awal disyariatkannya ibadah kurban bagi umat Islam.

Fery menegaskan, ibadah kurban bukan sekadar bentuk pengorbanan harta, tetapi juga simbol kepatuhan dan pengabdian seorang hamba kepada Sang Pencipta.

Ia turut mengingatkan sabda Rasulullah SAW terkait pentingnya berkurban bagi umat Islam yang memiliki kemampuan secara finansial.

“Rasulullah SAW sampai memberikan peringatan agar mereka yang memiliki kemampuan finansial namun tidak berkurban, untuk tidak mendekati tempat salat kita. Ini adalah sentilan keras bagi kaum muslimin yang diberi kelebihan rezeki,” katanya.

Di akhir khutbah, Fery menyampaikan tiga nilai utama yang dapat dipetik dari keluarga Nabi Ibrahim AS, yakni kesabaran, tawakal total kepada Allah SWT, dan keikhlasan dalam menjalankan perintah-Nya.

Ia menjelaskan, kesabaran tidak berarti pasif, melainkan tetap berikhtiar dan bijak dalam menghadapi ujian. Tawakal dimaknai sebagai penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah SWT setelah berusaha, sedangkan keikhlasan menjadi landasan dalam setiap amal perbuatan.

Menurutnya, kisah Nabi Ibrahim AS, Siti Hajar, dan Nabi Ismail AS merupakan teladan tentang keikhlasan dan kecintaan seorang hamba kepada Allah SWT. “Semoga seluruh civitas akademika dapat mengimplementasikan nilai-nilai mulia tersebut dalam kehidupan di kampus maupun di tengah-tengah masyarakat,”harapnya.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles