AKTIVI.ID— Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, menerima kunjungan guru dan siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Bakti Putra Palu di Rumah Jabatan Wali Kota Palu, Selasa (22/09/2026).
Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk membahas perkembangan keterampilan serta potensi yang dimiliki anak-anak penyandang disabilitas, termasuk berbagai bakat yang dapat dikembangkan dan ditampilkan dalam ruang-ruang publik.
Pembina Guru Seni Tari SLB Bakti Putra Palu, Nurfitriani, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut salah satunya bertujuan untuk memperkenalkan perkembangan keterampilan anak-anak penyandang disabilitas kepada Pemerintah Kota Palu.
“Pertemuan kami terkait perkembangan keterampilan anak-anak penyandang disabilitas. Mereka memiliki bakat seperti apa, kemudian Pak Wali berkontribusi dalam memasukkan keterlibatan anak-anak disabilitas dalam rangka HUT ke-48 Kota Palu,” ujar Nurfitriani.
Menurutnya, Wali Kota Palu memberikan respons yang sangat positif terhadap upaya pengembangan potensi anak-anak penyandang disabilitas.
Pemerintah Kota Palu juga dinilai terbuka untuk bersinergi dan membersamai anak-anak disabilitas dalam berbagai kegiatan.
“Pak Wali sangat positif dalam hal ini dan mau bersinergi, membersamai anak-anak disabilitas,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Hadianto juga menerima salah satu karya seni dari siswa SLB Bakti Putra Palu berupa sebuah lukisan yang menggambarkan keberagaman di Sulawesi Tengah.
Karya tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa anak-anak penyandang disabilitas memiliki potensi dan kreativitas yang patut mendapatkan ruang untuk berkembang serta diapresiasi.
Keterlibatan siswa penyandang disabilitas dalam rangkaian HUT ke-48 Kota Palu diharapkan dapat menjadi bagian dari semangat membangun Kota Palu yang inklusif, di mana setiap warga memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi, berkarya, dan menunjukkan potensinya.
Pemerintah Kota Palu terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak agar pembangunan kota tidak hanya berorientasi pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga memastikan hadirnya ruang yang setara bagi seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

