25.4 C
New York
Senin, Juni 22, 2026

Buy now

spot_img

Wamendiktisaintek Dorong Untad Jadi Pusat Edukasi Kebencanaan Indonesia Timur

AKTIVI.ID – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) RI, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., mendorong Universitas Tadulako (Untad) mengambil peran yang lebih besar dalam pengembangan riset dan edukasi kebencanaan di kawasan Indonesia Timur. Hal itu disampaikannya saat meninjau kondisi kampus pascagempa sekaligus perkembangan pembangunan Nalodo Research Center di Untad, Minggu (21/6/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Fauzan menilai dampak gempa terhadap sejumlah bangunan di lingkungan kampus relatif ringan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa peristiwa tersebut harus menjadi momentum evaluasi untuk meningkatkan kualitas konstruksi bangunan agar lebih tahan terhadap bencana gempa bumi.

“Kami melihat ada beberapa titik yang mengalami kerusakan ringan. Ini harus menjadi pelajaran berharga. Kerusakan yang terjadi dapat dijadikan referensi untuk memperbaiki struktur bangunan agar lebih tahan terhadap gempa,” ujarnya.

Menurut Fauzan, pembangunan Nalodo Research Center merupakan langkah strategis karena tidak hanya mendukung kebutuhan akademik Universitas Tadulako, tetapi juga berpotensi menjadi pusat kajian, penelitian, dan edukasi kebencanaan bagi wilayah-wilayah yang memiliki tingkat kerawanan gempa tinggi.

Ia menjelaskan, laboratorium tersebut diharapkan mampu menghasilkan berbagai penelitian mengenai karakteristik gempa, termasuk fenomena getaran vertikal dan horizontal yang memerlukan pendekatan mitigasi berbeda.

“Di Tadulako saya kira banyak pakar gempa yang bisa diandalkan. Ke depan hasil kajian dan penelitian dari sini diharapkan dapat mengedukasi daerah-daerah yang memang berpotensi mengalami gempa,” katanya.

Selain memperkuat riset, Fauzan juga menekankan pentingnya edukasi kebencanaan sejak usia dini. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk meningkatkan literasi masyarakat, khususnya pelajar, mengenai risiko bencana dan upaya mitigasinya.

“Edukasi kepada anak-anak sekolah, mulai dari SD, SMP hingga SMA perlu segera dilakukan. Untad memiliki tanggung jawab moral untuk mengambil bagian dalam upaya tersebut,” ujarnya.

Fauzan juga mengingatkan bahwa hasil penelitian di perguruan tinggi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia menilai riset tidak boleh berhenti pada publikasi ilmiah ataupun sebatas menghasilkan prototipe.

“Riset harus berdampak. Jangan hanya berhenti pada jurnal atau prototipe. Hasil penelitian harus bisa dimanfaatkan masyarakat dan memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan,” tegasnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi terus mendorong penguatan konsorsium antarperguruan tinggi sehingga kampus besar, menengah, dan kecil dapat saling berbagi sumber daya, pengalaman, serta memperkuat kolaborasi dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

“Kalau perguruan tinggi, pemerintah daerah, industri, dan masyarakat bisa bersinergi, maka kampus benar-benar menjadi bagian dari solusi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Untad, Dr.sc.agr. Ir. Aiyen, M.Sc., mengungkapkan pembangunan Nalodo Research Center saat ini telah mencapai progres fisik sekitar 65 persen. Jika memperhitungkan material yang telah tersedia di lokasi proyek, progres pembangunan mencapai sekitar 96 persen.

“Targetnya selesai sesuai jadwal pada Oktober tahun ini. Total anggaran pembangunan gedung sekitar Rp75 miliar dan itu belum termasuk pengadaan peralatan,” jelasnya.

Aiyen mengatakan, Nalodo Research Center telah dirancang sejak 2023 sebagai pusat riset gempa dan mitigasi bencana yang dapat dimanfaatkan oleh peneliti dari berbagai perguruan tinggi maupun lembaga penelitian.

Menurutnya, fasilitas tersebut tidak hanya difungsikan sebagai pusat penelitian, tetapi juga menjadi sarana edukasi publik. Nantinya masyarakat, termasuk pelajar, dapat mempelajari fenomena gempa melalui simulasi dan berbagai fasilitas pembelajaran yang disediakan.

“Kami ingin pusat riset ini tidak hanya melayani kebutuhan akademik, tetapi juga menjadi sarana edukasi masyarakat agar lebih siap menghadapi bencana,” ujarnya.

Aiyen optimistis Nalodo Research Center akan menjadi salah satu pusat unggulan kebencanaan di Indonesia. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan semakin memperkuat kontribusi Universitas Tadulako dalam pengembangan ilmu pengetahuan, mitigasi bencana, serta memperluas kerja sama riset di tingkat nasional maupun internasional.*

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles