21.9 C
New York
Rabu, Agustus 12, 2026

Buy now

spot_img

Merdeka Ekspor Durian Sulteng Digelar

AKTIVI.ID- Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin menghadiri Seremonial Merdeka Ekspor Durian Sulawesi Tengah 2026 yang dilaksanakan di halaman Kantor Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Provinsi Sulawesi Tengah, Jalan Kartini, Kota Palu, Rabu (12/8/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah tersebut berlangsung selama empat hari, 10–13 Agustus 2026, sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem durian Sulawesi Tengah sekaligus mendorong komoditas unggulan daerah menembus pasar global.

Merdeka Ekspor Durian Sulawesi Tengah 2026 menjadi bentuk apresiasi kepada para petani durian, pelaku usaha, serta seluruh pemangku kepentingan yang selama ini berkomitmen menerapkan sistem jaminan mutu melalui Good Agricultural Practices (GAP).

Penerapan GAP dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam menghasilkan durian berkualitas yang memenuhi persyaratan dan standar negara tujuan ekspor.

Selama pelaksanaan kegiatan, masyarakat dan pelaku agribisnis disuguhkan berbagai agenda yang mengangkat tema penguatan ekosistem durian Sulawesi Tengah.

Sejumlah kegiatan tersebut antara lain Focus Group Discussion (FGD) bertema “Integrasi Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan dalam Pengelolaan Durian Sulawesi Tengah”, temu bisnis dengan tema “Membangun Ekosistem Durian Sulawesi Tengah dalam Menghadapi Pasar Global”, serta coaching clinic mengenai peranan pupuk dan pengendalian hama dan penyakit guna meningkatkan kualitas tanaman dan hasil panen durian.

Selain itu, tersedia pula pelayanan registrasi kebun GAP dan protokol ekspor durian yang menghadirkan layanan konsultasi dan pendampingan secara terpadu.

Layanan tersebut melibatkan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah, Dinas Pangan Provinsi Sulawesi Tengah, Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Sulawesi Tengah, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Tengah.

Kegiatan juga dirangkaikan dengan launching Dashboard Potensi Komoditas Pertanian/Hortikultura Sulawesi Tengah sebagai media informasi digital mengenai potensi komoditas daerah, serta Pasar Tani yang menghadirkan berbagai produk unggulan petani dan UMKM lokal.

Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, panitia turut menggelar berbagai kegiatan sosial dan edukatif, di antaranya lomba menggambar dan mewarnai bagi siswa TK dan SD, lomba internal lingkup Dinas TPH Provinsi Sulawesi Tengah, aksi donor darah, serta pemeriksaan kesehatan gratis.

Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa cita-cita besar pemerintah dan masyarakat Sulawesi Tengah adalah menjadikan daerah ini sebagai “raja durian dunia.”

Menurut gubernur, potensi durian Sulawesi Tengah memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan menjadi komoditas unggulan yang tidak hanya membanggakan daerah, tetapi juga mampu bersaing di pasar internasional. “Cita-cita kita, Sulawesi Tengah menjadi raja durian dunia,” ujar Gubernur.

Gubernur juga menyampaikan bahwa Durian Vulcano Indonesia telah diluncurkan sebagai salah satu identitas dan bagian dari upaya memperkuat branding durian asal Sulawesi Tengah.

Gubernur menegaskan, perjuangan Sulawesi Tengah untuk menembus pasar ekspor bukanlah sesuatu yang baru dimulai.

Upaya tersebut telah berlangsung sejak sebelum dirinya menjabat sebagai gubernur dan terus dikembangkan hingga saat ini.

“Berbicara ekspor merupakan rangkaian kegiatan yang sudah dilakukan begitu lama. Perjuangan Sulawesi Tengah melakukan ekspor sudah berlangsung lama, sejak sebelum saya menjadi gubernur,” ungkap gubernur.

Gubernur menyebutkan, ekspor perdana durian Sulawesi Tengah telah dilakukan pada 2025 dan kegiatan ekspor tersebut terus berjalan hingga saat ini.

Menurut gubernur, salah satu aspek paling penting dalam menjaga keberlanjutan ekspor adalah kemampuan memenuhi persyaratan negara tujuan.

“Ekspor perdana kita lakukan 2025 kemarin, dan ekspor itu terus berjalan sampai hari ini. Persyaratan negara tujuan menjadi penting, sehingga standar negara tujuan menjadi standar kita di sini. Itu menjadi hal sangat penting dari seluruh kegiatan ekspor durian,” jelas gubernur.

Hal tersebut menunjukkan bahwa pengembangan durian Sulawesi Tengah tidak cukup hanya mengandalkan jumlah produksi, tetapi juga harus diiringi peningkatan kualitas, standar keamanan pangan, konsistensi produksi, hingga pemenuhan persyaratan pasar internasional.

Melalui Merdeka Ekspor Durian Sulawesi Tengah 2026, seluruh pemangku kepentingan diharapkan semakin memperkuat kolaborasi dari sektor hulu hingga hilir, mulai dari petani, pelaku usaha, pemerintah, lembaga karantina, hingga sektor perdagangan.

Momentum ini sekaligus menjadi langkah strategis untuk menjadikan durian Sulawesi Tengah sebagai komoditas unggulan Indonesia yang mampu memiliki daya saing di pasar dunia.

Dengan potensi yang dimiliki, Sulawesi Tengah diharapkan mampu mewujudkan cita-cita menjadi salah satu sentra utama durian dunia, sekaligus menjadikan durian sebagai bagian penting dari penguatan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan petani.

Masyarakat Kota Palu dan Sulawesi Tengah juga diharapkan dapat memanfaatkan momentum tersebut dengan mengunjungi area Pasar Tani, sekaligus mendukung produk unggulan petani dan UMKM lokal yang ditampilkan selama kegiatan berlangsung.

Merdeka Ekspor Durian Sulawesi Tengah 2026 menjadi momentum untuk membuktikan bahwa durian Sulawesi Tengah bukan sekadar “raja buah” di dalam negeri, tetapi juga berpeluang menjadi raja durian di pasar dunia.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles