20.4 C
New York
Selasa, Juni 23, 2026

Buy now

spot_img

Cendekia Society.id Gelar Diskusi, Tekankan Titik Temu Agama dan Budaya

AKTIVI.ID – Forum Mimbar Cendekia yang digagas Cendekia Society.id menghadirkan ruang dialog konstruktif untuk membahas hubungan antara ritual adat, keyakinan keagamaan, dan bencana alam melalui tema “Menakar Narasi Gempa dan Ritual: Antara Pelestarian Kearifan Lokal dan Kacamata Aqidah Melihat Bencana Alam”. Kegiatan tersebut digelar secara daring pada Ahad (21/6/2026).

Forum menghadirkan dua narasumber, yakni Adiaramu Lingga Sastra, mahasiswa Al-Azhar University Kairo yang juga penulis dan budayawan, serta Abd. Fattah Fathurozzy, Founder Singgah Dakwah sekaligus pengurus MUI Kabupaten Tojo Una-Una periode 2025–2030. Diskusi dipandu oleh Maryam Dg. Manase sebagai fasilitator.

Kegiatan yang merupakan kolaborasi antara Cendekia Society.id, Tutur Sastra.id, dan Komunitas Singgah Dakwah itu digelar sebagai respons terhadap berkembangnya perdebatan di ruang publik mengenai keterkaitan antara ritual adat, ajaran agama, dan bencana alam yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial.

Dalam forum tersebut, para narasumber menekankan pentingnya menghadirkan ruang dialog yang mampu mempertemukan nilai-nilai agama dan budaya secara proporsional. Agama dipandang sebagai pedoman moral dan aqidah, sementara budaya merupakan warisan sosial yang perlu dipahami, dikaji, dan dilestarikan sesuai dengan nilai-nilai yang berkembang di masyarakat.

Diskusi berlangsung dalam suasana terbuka dan saling menghormati. Para peserta sepakat bahwa perbedaan pandangan tidak semestinya menjadi alasan untuk saling menyalahkan ataupun memperuncing polarisasi di tengah masyarakat.

Selain menjadi ruang bertukar gagasan, forum tersebut juga menghasilkan empat rekomendasi sebagai upaya memperkuat harmoni sosial di tengah keberagaman pandangan.

Rekomendasi pertama menekankan pentingnya meningkatkan literasi dan kecerdasan digital masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang beredar di media sosial, khususnya konten yang mengandung unsur kebencian, fitnah, adu domba, provokasi, maupun fanatisme yang berlebihan.

Kedua, pemerintah didorong untuk hadir secara aktif dalam merespons berbagai isu sosial yang berkembang di masyarakat, terutama ketika perbedaan pandangan mulai memicu ketegangan antarkelompok. Pemerintah dinilai memiliki peran strategis sebagai pemersatu sekaligus penjaga ruang dialog yang inklusif.

Ketiga, forum mengajak masyarakat untuk memandang perbedaan sebagai sesuatu yang wajar dalam kehidupan sosial. Perbedaan tersebut tidak boleh menjadi dasar munculnya stigma maupun kebencian terhadap kelompok lain. Agama dan budaya dinilai sama-sama memiliki nilai dan hikmah yang perlu dipahami secara arif dan saling menghormati.

Sementara rekomendasi keempat mendorong perluasan ruang-ruang dialog yang sehat, ilmiah, dan beradab sebagai sarana memperkuat persatuan, memperkaya perspektif masyarakat, serta menjaga harmoni sosial.

Puluhan peserta yang terdiri atas pemuda dari berbagai daerah di Sulawesi Tengah turut berpartisipasi dalam diskusi. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pegiat budaya, tokoh kepemudaan hingga para dai, yang aktif menyampaikan pandangan dan pengalaman masing-masing.

Inisiator kegiatan, Opick Delian Alindra, mengatakan Mimbar Cendekia dibangun sebagai wadah bertukar pemikiran yang menjunjung tinggi tradisi intelektual, keterbukaan berpikir, dan penghormatan terhadap perbedaan.

“Forum ini tidak bertujuan mempertentangkan agama dan budaya. Justru yang ingin dibangun adalah ruang untuk menemukan titik temu, memperkuat saling pengertian, dan menghadirkan perspektif yang lebih utuh dalam melihat berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat,” ujarnya.

Melalui penyelenggaraan Mimbar Cendekia, panitia berharap masyarakat Sulawesi Tengah semakin mengedepankan budaya literasi, diskusi, dan persaudaraan dalam menyikapi berbagai isu publik. Dengan demikian, perbedaan pandangan dapat menjadi ruang pembelajaran bersama yang memperkuat persatuan, bukan menjadi sumber perpecahan.*

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles