AKTIVI.ID– Universitas Tadulako kembali melakukan pengukuhan dan penerimaan anggota dewan guru besar, kali ini sebanyak sembilan orang di laksanakan di Aula Kedokteran, Rabu (15/4/2026).
Para guru besar yang dikukuhkan tersebut masing-masing Prof. Ir. Uswah Hasanah, M. Agr., Sc., Ph.D dari Fakultas Pertanian, Prof. Dr. Ir. Rostiati Daeng Rahmatu, M.P dari Fakulats Pertanian, Prof. Dr. dr. Ketut Suarayasa, M.Kes dari Fakultas Kedokteran, Prof. Dr. Sahrul Saehana, S.Pd., M.Si dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
Berikutnya, Prof. Dr. Ir. Muhd. Nur Sangadji, DEA dari Fakultas Pertanian, Prof. Dr. Husnah, SE., M.Si dari Fakultas Ekonomi dan Bisnin, Prof. Dr. Ir. Arifuddin Lamusa, M.P dari Fakultas Pertanian, Prof. Dr. Ir. Enny Adelina, M.P dari Fakultas Pertanian, terakhir Prof. Dr. Ir. Abd. Hadid, M.Si juga dari Falukltas Pertanian.
Rektor Untad Prof. Dr. Ir Amar ST., MT mengucapan selamat kepada para dosen tersebut yang telah berhasil meraih gelar guru besar, ini merupakan pencapaian tertinggi yang mereka raih dengan penuh perjuangan sebagai bentuk dharma bakti kepada kampus.
“Sebagaimana fajar yang menyingsing diufuk negeri, membuka lembaran baru bagi perjalanan zaman, demikian pula hari ini Universitas Tadulako menoreh capaian yang membanggakan, betambahnya jumlah professor bukan hanya angka statistik, tetapi merupakan simbol menguatkan pondasi keilmuan, bertambahnya kedalaman pemikiran, serta semakin menguatkan peran universitas dalam membangun peradaban,”ucap Prof Amar dengan bangga.
Saat ini sebutnya, Universitas Tadulako telah memiliki 134 guru besar yang aktif dan siap berkontribusi terhadap Tri Dharma Perguruan Tinggi. Setiap guru besar yang dikukuhkan adalah representasi dari perjalanan panjang yang ditempuh, ketekunan, integritas dan dedikasi tanpa henti dalam mengembangkan ilmu pengetahuan.
Lebih lanjut Ia mengatakan, kehadiran guru besar memperkuat posisi Universitas Tadulako sebagai institusi yang tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga melahirkan pemikir, peneliti, dan innovator yang mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat.
“Capaian ini bukan hanya sekadar peningkatan angka, melainkan wujud nyata dari komitmen institusi dalam memperkuat kualitas akademik dan daya saing perguruan tinggi,”ucapnya.
Namun katanya, pengukuhan guru besar bukan akhir dari sebuah perjalanan akademik, melainkan hanya merupakan salah satu tahapan, dimana tahapan berikutnya adalah pengabdian di masyarakat.



