21.9 C
New York
Rabu, Juni 10, 2026

Buy now

spot_img

Unismuh Palu Siapkan 48 Mahasiswa Ikuti KKN MAS 2026 di Malang

AKTIVI.ID– Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu kembali mengirim mahasiswa untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah-Aisyiyah (KKN MAS) 2026.

Tahun ini, sebanyak 48 mahasiswa akan diberangkatkan untuk mengikuti program pengabdian masyarakat yang dipusatkan di Kota Malang, Jawa Timur, di bawah koordinasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Kepastian tersebut disampaikan Ketua LPPM Unismuh Palu, Dr. Rukhayati, S.E., M.M., usai menyampaikan data peserta KKN MAS kepada Rektor Unismuh Palu, Prof. Dr. H. Rajindra, SE., MM.

Rukhayati menjelaskan, 48 peserta yang akan mengikuti KKN MAS berasal dari berbagai fakultas di lingkungan Unismuh Palu, yakni Fakultas Agama Islam (FAI) sebanyak enam mahasiswa, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) enam mahasiswa, Fakultas Hukum lima mahasiswa, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) satu mahasiswa, Fakultas Teknik enam mahasiswa, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) satu mahasiswa, serta Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) sebanyak 23 mahasiswa.

Sebelum diterjunkan ke lokasi pengabdian, para peserta akan mengikuti pembekalan secara daring pada 24–25 Juni 2026. Adapun pelaksanaan KKN MAS dijadwalkan berlangsung pada 31 Juli hingga 3 September 2026.

Menurut Rukhayati, jumlah peserta tahun ini melampaui target yang telah ditetapkan LPPM. Awalnya, pihaknya hanya menargetkan sekitar 30 mahasiswa untuk mengikuti program tersebut, sebagaimana yang telah disampaikan dalam rapat bersama Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA).

Namun, tingginya minat mahasiswa membuat jumlah pendaftar mencapai 48 orang. “Insya Allah ini angka terbesar peserta KKN MAS yang pernah dikirim Unismuh Palu,” ujar Rukhayati.

Ia menilai tingginya animo mahasiswa tidak terlepas dari pengalaman positif yang dibagikan para peserta KKN MAS pada tahun-tahun sebelumnya. Selain memberikan pengalaman pengabdian dan pembelajaran lintas daerah, program tersebut juga membuka kesempatan membangun jejaring yang luas dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi Muhammadiyah di Indonesia.

“Program ini bukan hanya menghasilkan ilmu dan pengalaman yang mungkin tidak didapatkan dalam KKN reguler, tetapi juga membangun jejaring yang sangat berharga. Ini yang mahal, karena ke depan jejaring inilah yang akan banyak dibutuhkan dalam dunia kerja,” katanya.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles