AKTIVI.ID– Cendekiawan Muslim dunia, H. Muhammad Syamsi Ali, Lc., M.A., Ph.D., mengajak mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu untuk beradaptasi dengan perubahan global, meningkatkan daya saing, serta memiliki kepercayaan diri dalam pergaulan internasional.
Pesan tersebut disampaikan Syamsi Ali saat mengisi kuliah umum dan tablig akbar di Masjid Ulil Albab, Unismuh Palu, Sabtu (17/10/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungannya ke Indonesia sekaligus menyemarakkan Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah 2026 di Kota Palu.
Kehadiran imam Islamic Center of New York sekaligus Direktur Jamaica Muslim Center itu disambut Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Tengah, H. Muh. Amin Parakkasi, S.Ag., M.H.I., bersama Rektor Unismuh Palu, Prof. Dr. H. Rajindra, SE., MM.
Bagi Syamsi Ali, kunjungan tersebut terasa seperti pulang kampung. Kader Tapak Suci yang lahir di Bulukumba, 5 Oktober 1967, itu mengaku memiliki ikatan emosional dengan Muhammadiyah, terutama karena latar belakang pendidikannya di pesantren Muhammadiyah.
“Ini seperti pulang kampung saja. Saya ini alumni Pondok Pesantren Muhammadiyah Darul Arqam Makassar, tamat 1987,” ungkapnya.
Kuliah umum dan tablig akbar tersebut dihadiri civitas akademika Unismuh Palu, kader dan simpatisan Muhammadiyah, serta masyarakat umum.
Dalam pemaparannya, Syamsi Ali menekankan tiga hal penting yang perlu dipahami generasi muda Muhammadiyah dalam menghadapi dinamika dunia, yakni percepatan perubahan, kompetisi, dan interkoneksi.
Menurut dia, dunia saat ini mengalami perubahan yang berlangsung sangat cepat. Karena itu, Islam dan Muhammadiyah harus mampu menjadi bagian dari perubahan tersebut, bukan sekadar menjadi penonton.
Kedua, kompetisi telah menjadi bagian dari kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Muhammadiyah harus mengambil peran melalui semangat fastabiqul khairat atau berlomba-lomba dalam kebaikan.
Ketiga, interkoneksi membuat negara-negara di dunia saling bergantung satu sama lain. Konflik di suatu kawasan dapat berdampak luas terhadap negara lain. Dalam konteks tersebut, Islam dinilai memiliki kesiapan untuk membangun hubungan dan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak.
Syamsi Ali juga menyoroti perkembangan Islam di Amerika Serikat yang menghadapi beragam tantangan. Namun, menurut dia, perkembangan Islam di negara tersebut terus berlangsung dan semakin menunjukkan eksistensinya.
Ia turut menyinggung jejak sejarah Islam di Amerika, termasuk keberadaan Alquran tulisan tangan yang dikaitkan dengan budak asal Afrika.
Di hadapan mahasiswa, ia menegaskan pentingnya kepercayaan diri bagi umat Islam dalam menghadapi pergaulan dunia. “Pentingnya kepercayaan diri. Dalam pergaulan dunia harus percaya diri, tidak boleh ada perasaan minder,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PWM Sulteng, H. Muh. Amin Parakkasi, menilai kiprah Syamsi Ali di Amerika Serikat menjadi contoh nyata bagaimana nilai-nilai Islam berkemajuan dan Islam sebagai rahmatan lil alamin dapat diwujudkan dalam kehidupan sosial.
Menurut Amin, pengalaman Syamsi Ali dalam membangun dakwah dan berkontribusi di tengah masyarakat Amerika Serikat memberikan pelajaran penting bagi kader Muhammadiyah.
Ia berharap mahasiswa dapat menyerap pengalaman dan pemikiran Syamsi Ali, mulai dari perjalanan pendidikan pesantren, menuntut ilmu di luar negeri, hingga mengembangkan dakwah di Amerika Serikat.
“Ini memberikan motivasi dan inspirasi kepada kita semua bahwa untuk menjadikan Islam berkemajuan dan Islam sebagai rahmatan lil alamin adalah sebuah keniscayaan yang sudah dipraktikkan oleh beliau,” ungkap Amin.
Rektor Unismuh Palu, Prof. Rajindra, menyampaikan terima kasih kepada Syamsi Ali yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan memberikan pencerahan kepada civitas akademika Unismuh Palu.
Rajindra berharap kehadiran tokoh Muslim yang berkiprah di New York tersebut dapat memberikan inspirasi dan memperkuat semangat mahasiswa untuk menjadi generasi yang berkemajuan, berdaya saing, serta mampu berkontribusi di tingkat global.

