11.2 C
New York
Kamis, Oktober 29, 2026

Buy now

spot_img

Rektor Untad: Dokter Harus Utamakan Empati dan Kemanusiaan

AKTIVI.ID-Sebanyak 15 dokter baru lulusan Program Studi Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako (Untad) mengikuti pelantikan dan pengambilan sumpah dokter ke-45, di Aula Fakultas Kedokteran Untad, Selasa (27/10/2026).

Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T, berpesan agar para dokter menjadikan kompetensi, integritas, dan kepedulian terhadap pasien sebagai landasan dalam menjalankan profesi.

Ia menegaskan, pengambilan sumpah dokter bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan awal tanggung jawab profesional kepada pasien, masyarakat, dan Tuhan Yang Maha Esa.

“Gelar dokter adalah kehormatan, tetapi kepercayaan masyarakat adalah amanah yang harus dijaga sepanjang hayat,” ujarnya.

Rektor juga menekankan pentingnya kemampuan interpersonal atau soft skill di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan. Menurutnya, penguasaan ilmu kedokteran harus diimbangi kejujuran, komunikasi, dan empati dalam melayani pasien.

“Ilmu pengetahuan membuat kita mampu mengobati, tetapi empati membuat pasien merasa dihargai. Integritas menjaga kepercayaan, dan kemanusiaan memberi makna pada setiap tindakan pelayanan,” katanya.

Ia mengingatkan dokter agar mengutamakan keselamatan pasien, menjaga kerahasiaan informasi medis, serta memahami batas kompetensi dan melakukan rujukan jika menghadapi kasus di luar keahliannya.

Rektor turut menyinggung pemerataan tenaga dokter di Indonesia. Rasio dokter nasional masih sekitar 0,76 per 1.000 penduduk, sedangkan di Sulawesi Tengah rata-rata rasio dokter sekitar 21 per 100.000 penduduk berdasarkan Profil Kesehatan 2024 yang dirilis pada 2026.

“Dokter lulusan Universitas Tadulako harus menjadi bagian dari solusi atas kesenjangan pelayanan kesehatan, bukan sekadar menjadi tenaga profesional yang bekerja di fasilitas kesehatan yang sudah maju,” tegasnya.

Ia berharap lulusan bersedia mengabdi di wilayah terpencil, kepulauan, dan pegunungan, serta mendukung upaya promotif dan preventif, termasuk penanganan tuberkulosis dan stunting.

Dalam kesempatan itu, Amar menyampaikan Untad telah mendapat amanah membuka tiga program pendidikan dokter spesialis, yakni obstetri dan ginekologi, penyakit dalam, serta bedah. Untad juga menantikan keputusan pembukaan Program Studi Kedokteran Gigi beserta program profesinya yang ditargetkan mulai 2027.

Hingga Oktober 2026, alumni Fakultas Kedokteran Untad mencapai 1.144 orang. Tingkat kelulusan uji kompetensi pada Agustus 2026 dilaporkan mencapai 100 persen.

Rektor berpesan agar para dokter terus meningkatkan kompetensi, menjunjung etika profesi, dan mengabdi kepada masyarakat yang memiliki keterbatasan akses pelayanan kesehatan.*

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles