AKTIVI.ID-Ratusan Guru-guru se Kota Palu bakal menampilkan Tarian Pamonte massal pada hari puncak Hari Pendidikan (Hardiknas) pada tanggal 2 Mei tahun 2026 di Halaman Balaikota Palu.
Tari Pamonte adalah pergelaran tari tradisional Sulawesi Tengah yang melibatkan ratusan hingga ribuan penari untuk merayakan musim panen padi, sering ditampilkan dalam acara besar atau peringatan Hardiknas. Tari ini menggambarkan kegembiraan dan aktivitas petani suku Kaili, khususnya perempuan muda yang menuai padi.
Untuk itu, para Guru-guru di Korwil (Koordinator Wilayah) Pendidikan 1 Palu Utara dan Tawaili menggelar latihan secara intensif,agar dapat menampilkan Tari Pamonte sempurna pada Hardiknas nanti, latihan kali ini turut disaksikan Kabid Kebudayaan Disdikbud Palu, Arhan S.Pd.M.Si dan pelatih Tari Pamonte Layla Bahasyuan.
Kata Pamonte berasal dari bahasa Kaili yang berarti menuai padi. Makna tersebut tercermin dalam setiap gerakan yang dibawakan para penari.
Tari Pamonte diciptakan oleh seniman Sulawesi Tengah, Hasan M. Bahasyuan, pada sekitar tahun 1957. Tarian ini terinspirasi dari kehidupan masyarakat agraris setempat.
Dalam pertunjukannya, Tari Pamonte umumnya dibawakan oleh penari perempuan. Mereka mengenakan busana tradisional petani lengkap dengan caping sebagai properti utama.
Pada kesempatan itu Layla Bahasyuan menyampaikan pergerakan para Guru-guru ini sudah 90 persen bagus, Tapi masih banyak gerakan-gerakan yang perlu dirubah, karena keliru, diantaranya kesalahan pada cara membuka Toru dan gerakan tangan dan lainya.
Untuk itu Layla mencoba mempraktekkan secara bertahap apa saja koreksi kesalahan gerakan para Tari Pamonte yang dibawakan Guru-guru tersebut.
Hal senada disampaikan Kabid Kebudayaan Disdikbud Palu, Arhan sebelumnya bahwa masih ada beberapa yang kurang, agar dengan waktu yang masih ada beberapa kali pertemuan ini bisa segera diperbaiki, sehingga saat gerakan bersama gabungan 4 Korwill Pendidikan nanti bisa tampil baik.
“Kekompakan kelompok wilayah 1 menjadi kunci utama agar penampilan kita bisa diterima dengan baik oleh penonton,” ungkap Arhan saat memberikan arahan pada pelatihan tersebut.
Ia katakan, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan anggota wilayah 1 dan memperkuat ikatan kebersamaan di antara mereka. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan tarian Pamonte yang dipersembahkan oleh kelompok Wilayah 1 dan Wilayah lainya ini dapat mencerminkan budaya serta nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Kaili.



