AKTIVI.ID — Rapat Pimpinan Wilayah (RAPIMWIL) Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Tengah mengusung tema “Pemuda Berkarya untuk Sulteng Berdaya”. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 15–16 Agustus 2026, di Kota Palu itu menjadi forum evaluasi sekaligus perumusan arah gerakan Pemuda Muhammadiyah di Sulawesi Tengah.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan di Aula Pogombo, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, kemudian dilanjutkan dengan sidang pleno dan komisi di Asrama Haji Palu. Forum tersebut dihadiri para utusan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) dari berbagai daerah di Sulawesi Tengah.
Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Sulawesi Tengah, Umar Hannase, mengatakan RAPIMWIL merupakan agenda permusyawaratan tertinggi kedua setelah Musyawarah Wilayah (Musywil).
Menurutnya, RAPIMWIL tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi forum strategis untuk mengevaluasi kinerja organisasi sekaligus menentukan arah gerakan Pemuda Muhammadiyah ke depan.
“Kegiatan ini tidak hanya sebatas ceremony, melainkan agenda strategis untuk mengevaluasi kinerja organisasi dan membahas ke mana arah gerakan Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Tengah ke depannya,” kata Umar.
Ia menegaskan, tema “Pemuda Berkarya untuk Sulteng Berdaya” harus diterjemahkan dalam bentuk gerakan dan karya nyata. Pemuda Muhammadiyah, kata dia, tidak boleh hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan, tetapi harus mengambil peran aktif dalam melahirkan berbagai program yang mampu memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat.
Pembukaan RAPIMWIL secara resmi dilakukan oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. H. Rudi Dewanto, S.E., M.M., mewakili Gubernur Sulawesi Tengah.
Dalam sambutan tertulis Gubernur yang dibacakannya, ditegaskan bahwa pemuda memiliki posisi strategis dalam pembangunan daerah. Karena itu, kader Pemuda Muhammadiyah diharapkan mengambil bagian melalui kontribusi yang konkret.
“Kader-kader Pemuda Muhammadiyah harus terlibat dan memberikan kontribusi melalui karya-karya nyata di Sulawesi Tengah,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Tengah, H. Muh. Amin Parakkasi, S.Ag., M.H.I., mengapresiasi pelaksanaan RAPIMWIL tersebut. Ia menilai forum itu menjadi salah satu bukti eksistensi dan dinamika organisasi Pemuda Muhammadiyah di Sulawesi Tengah.
Namun, Amin mengingatkan agar capaian organisasi tidak membuat kader berpuas diri. Menurutnya, organisasi harus terus bergerak, membangun kemandirian, serta berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
“Kita tidak boleh puas, karena sejatinya sebuah organisasi harus terus bergerak dan memberikan yang terbaik dalam rangka membangun kemandirian, serta membantu pembangunan daerah,” pesannya.
Amanat serupa disampaikan Ketua Bidang Dakwah dan Pengkajian Agama Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, H. Muhammad Syaltut, S.Sy., S.H. Ia mendorong kader Pemuda Muhammadiyah memperluas kiprah dengan mengisi berbagai ruang strategis di tengah masyarakat.
“Kader-kader Pemuda Muhammadiyah harus berdiaspora mengisi ruang-ruang strategis agar bisa mandiri dan mengembangkan organisasi,” tegasnya.
Pembukaan RAPIMWIL turut dihadiri jajaran pejabat dari Polda Sulawesi Tengah, Kodam XXIII Palaka Wira, serta Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Tengah.
Memasuki agenda sidang pleno dan komisi, RAPIMWIL membahas sejumlah persoalan internal organisasi, termasuk penyelarasan periodesasi kepemimpinan di tingkat daerah.
Forum memberikan instruksi kepada tujuh PDPM yang belum melaksanakan Musyawarah Daerah (Musyda) agar segera menggelar agenda tersebut pada 2026. Langkah itu dilakukan untuk menyelaraskan periodesasi organisasi menuju Periode Muktamar XVIII.
RAPIMWIL juga secara aklamasi menerima laporan pertanggungjawaban organisasi. Forum sekaligus membahas penyegaran struktur kepengurusan PWPM Sulawesi Tengah periode 2023–2027 melalui perombakan atau reshuffle personalia yang sebelumnya telah diputuskan dalam Rapat Pleno Pimpinan pada 9 Mei 2026.
Penyegaran struktur tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan kinerja organisasi dan memperkuat efektivitas kepemimpinan PWPM Sulawesi Tengah.
Di bidang program kerja, kemandirian ekonomi dan kewirausahaan menjadi salah satu prioritas utama. PWPM Sulawesi Tengah mendorong penguatan sektor tersebut agar organisasi tidak bergantung pada pihak lain dan mampu membangun sumber daya secara mandiri.
Selain penguatan ekonomi, RAPIMWIL juga memberikan perhatian terhadap ketahanan ideologi dan kesiapsiagaan organisasi. Salah satu keputusan forum adalah pelaksanaan Pendidikan Dasar (DIKSAR) KOKAM pada Oktober 2026.
Kegiatan tersebut diproyeksikan tidak hanya sebagai bagian dari penguatan kapasitas kader, tetapi juga sebagai persiapan pengamanan agenda besar Persyarikatan Muhammadiyah, yakni Tanwir II Muhammadiyah yang akan berlangsung di Kota Palu.
RAPIMWIL turut menjadi forum untuk menjaring Pimpinan Daerah yang akan direkomendasikan sebagai calon tuan rumah Musyawarah Wilayah (Musywil) ke-13 Pemuda Muhammadiyah pada 2027.
Dalam persidangan, empat PDPM menyatakan kesiapannya untuk menjadi tuan rumah atau melakukan bidding, yakni PDPM Poso, PDPM Donggala Utara, PDPM Sigi, dan PDPM Kota Palu.
Keempat daerah tersebut selanjutnya menjadi bagian dari pembahasan awal dalam forum RAPIMWIL. Namun, penetapan resmi tuan rumah Musywil ke-13 tetap menjadi kewenangan PWPM Sulawesi Tengah.

