AKTIVI.ID– Perhimpunan Pengelola Laboratorium Pendidikan (PPLPI) Pengurus Daerah (Pengda) Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo) menggelar Workshop, Pelatihan, dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) selama dua hari, 24–25 Juni 2026.
Kegiatan yang dipusatkan di Aula FKIP dan Laboratorium Terpadu Universitas Tadulako (Untad) itu menjadi ajang memperkuat kolaborasi sekaligus meningkatkan kapasitas pengelola laboratorium di tiga provinsi.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Tadulako yang diwakili Kepala Unit Pelaksana Akademik (UPA) Laboratorium Terpadu Untad, Dr. sc. agr. Ir. Henry N. Barus, M.Sc. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Untad sebagai tuan rumah penyelenggaraan kegiatan regional tersebut.
Menurutnya, forum ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi yang produktif bagi para pengelola laboratorium dalam berbagi pengalaman, memperkuat jejaring, serta mendorong peningkatan kualitas pengelolaan laboratorium di kawasan Suluttenggo.
Ketua PPLPI Lembaga Pendidikan Universitas Tadulako, Yusran, S.P., M.Sc., turut menyampaikan apresiasi kepada Ketua Panitia Pelaksana, Rusdi, S.ST., M.T., beserta seluruh panitia yang telah menyukseskan pelaksanaan kegiatan.
Sementara itu, Ketua PPLPI Pengda Suluttenggo, Aril Rengkuan, S.Pd., M.Si., menyampaikan terima kasih kepada pimpinan Universitas Tadulako atas dukungan penuh terhadap penyelenggaraan workshop dan Rakerda.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Rektor Universitas Tadulako beserta seluruh jajaran yang telah memberikan kesempatan kepada kami melaksanakan workshop dan Rakerda di sini. Terima kasih juga kepada Kepala Laboratorium Terpadu atas dukungannya,” ujar Aril.
Ia juga mengapresiasi fasilitas Laboratorium Terpadu Untad yang dinilai memiliki peralatan modern dan mampu menjadi sarana pembelajaran bagi para peserta.
“Sungguh jamuan yang luar biasa. Kami banyak belajar di Laboratorium Terpadu ini. Banyak peralatan yang canggih dan menjadi inspirasi bagi kami karena dapat melihatnya secara langsung,” katanya.
Yusran menjelaskan, kegiatan tersebut memiliki tujuan strategis untuk mempererat hubungan antar-Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) di Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo sekaligus menjadi forum berbagi pengalaman dalam menghadapi berbagai tantangan pengelolaan laboratorium.
“Harapan kami, kegiatan ini semakin mempererat hubungan antar-PLP di tiga provinsi, menjadi wadah berbagi pengalaman, serta mencari solusi terhadap berbagai kendala di laboratorium masing-masing menuju laboratorium yang mandiri dan inovatif,” tutur Yusran.
Ketua Panitia Pelaksana, Rusdi, S.ST., M.T., menjelaskan bahwa pada hari pertama peserta mengikuti workshop yang menghadirkan Kepala UPA Laboratorium Terpadu Untad, Dr. sc. agr. Ir. Henry N. Barus, M.Sc., dan Ketua PPLPI Pengda Suluttenggo, Aril Rengkuan, S.Pd., M.Si., sebagai narasumber. Keduanya membawakan materi mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Laboratorium.
Usai workshop, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan Rapat Kerja Daerah Pengda Suluttenggo. Adapun pada hari kedua, peserta mengikuti pelatihan teknis yang difasilitasi oleh mitra penyedia peralatan laboratorium, Deltasindo.
Rusdi berharap kegiatan tersebut tidak hanya mempererat silaturahmi antarpengelola laboratorium, tetapi juga meningkatkan daya saing Laboratorium Terpadu Untad di tingkat regional.
“Harapan kami, kegiatan ini semakin mempererat hubungan antar-PLP Suluttenggo dan PLP Universitas Tadulako. Selain itu, kami ingin mendorong Laboratorium Terpadu Untad semakin dikenal luas sehingga mampu meningkatkan kerja sama dan peluang bisnis laboratorium,” ujarnya.
Workshop, pelatihan, dan Rakerda ini diikuti puluhan peserta dari berbagai perguruan tinggi dan institusi pendidikan di Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo. Peserta berasal dari Politeknik Negeri Palu beserta kampus cabangnya di Tolitoli dan Buol, Universitas Negeri Gorontalo yang diwakili empat fakultas, yakni FMIPA, Fakultas Teknik, Fakultas Pertanian, dan Fakultas Kesehatan, Politeknik Negeri Nusa Utara (Polnustar) Sangihe, Poltekkes Kemenkes Palu, Universitas Abdul Aziz Lamadjido, serta guru dari MAN Insan Cendekia.
Melalui kegiatan ini, PPLPI Suluttenggo berharap sinergi antarpengelola laboratorium semakin kuat sehingga mampu mendorong peningkatan mutu layanan laboratorium pendidikan, penguatan kompetensi sumber daya manusia, serta terciptanya laboratorium yang profesional, inovatif, dan berdaya saing di kawasan timur Indonesia. *



