AKTIVI.ID– Rektor Universitas Tadulako (Untad) Prof. Dr. Amar, ST., MT menyeru kepada civitas akademika yang ada di kampus itu agar penelitian berdampak terus diperkuat, bukan sekadar penelitian dalam bentuk pelaporan, tetapi bagaimana penelitian itu benar-benar bisa berdampak pada masyarakat.
Hal tersebut disampaikan usai menjadi Pembina Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di halaman upacara Untad, Senin (4/5/2026).
“Menjadi kampus berdampak yang mempersiapkan generasi emas tahun 2045, diharapkan seluruh civitas akademika Untad meningkatkan literasi digital dari berbagai bentuk, meningkatkan inovasi dan kreativitas dalam melaksanakan, bukan hanya penelitian-penelitian dalam bentuk pelaporan, tetapi bagaimana penelitian atau hasil-hasil inovasi itu benar-benar bisa berdampak pada masyarakat,”seru Prof Amar.
Sebenarnya kata Rektor, hal itu sudah mulai dilakukan, itu bisa terlihat dari sejumlah hasil penelitian dosen di kamus ini mulai dimanfaatkan oleh pemerintah dan masyarakat sesuai dengan kebutuhan yang ada. Implementasi hasil penelitian itu dikembangkan melalui pengabdian pada masyarakat dengan melibatkan mahasiswa.
Hasilnya lahir sejumlah UMKM bukan hanya di tingkat mahasiswa, melainkan juga di tingkat masyarakat. Tentu melalui itu sebutnya, bisa mingkatkan kesejahteraan masyarakat. “Saat ini, penelitian berdampak tinggal diperkuat,”sebutnya lagi.
Hal tersebut kata Prof Amar, sejalan dengan isi pidato Menteri Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi pada peringatan Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2026.
Oleh karena itu, Ia menekankan kepada civitas akademika agar hal tersebut disikapi serius, agar betul-betul memberi dampak pada setiap penelitian, pengabdian dan pengajaran.
Selain itu, Ia juga menggaris bawahi agar kampus memberi akses sebesar-besarnya kepada generasi bangsa, sehingga tidak ada lagi generasi usia muda yang tidak kuliah. Ini dinilai sangat selaras dengan program Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid terkait program beasiswa “Berani Cerdas” yang memberikan kesempatan luas bagi masyarakat, khususnya mahasiswa yang berKTP Sulawesi Tengah.



