26.9 C
New York
Kamis, Juli 16, 2026

Buy now

spot_img

Kakanwil: Madrasah Harus Jadi Rumah Kedua Peserta Didik

AKTIVI.ID-Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah, Junaidin, menegaskan agar madrasah dapat menjadi rumah kedua bagi setiap peserta didik.

Hal tersebut disampaikan saat melakukan monitoring pelaksanaan Gerakan Ayah Mengantar Anak Masuk Madrasah (GAMAS) dan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) Tahun Ajaran 2026/2027 di sejumlah madrasah pada jenjang MI, MTs, dan MA di Kota Palu, Selasa (14/7/2026).

Menurutnya, kenyamanan belajar merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan pendidikan. Oleh karena itu, komunikasi yang baik antara peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan harus dibangun sejak hari pertama masuk madrasah.

Ia juga mengingatkan seluruh warga madrasah untuk menciptakan suasana belajar yang harmonis dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan, saling menghormati, dan saling menghargai.

“Madrasah harus menjadi rumah kedua yang membuat anak-anak merasa aman dan bahagia. Tidak boleh ada perundungan, intimidasi, maupun bentuk kekerasan dalam lingkungan madrasah. Sebaliknya, tumbuhkan sikap ramah, peduli, dan akhlak yang baik sebagai wujud implementasi nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

Junaidin berharap seluruh peserta didik baru memiliki semangat belajar yang tinggi serta memanfaatkan kesempatan menimba ilmu di madrasah untuk mengembangkan pengetahuan, karakter, dan akhlak mulia.

Gerakan Ayah Mengantar Anak Masuk Madrasah (GAMAS) merupakan tindak lanjut surat edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga / Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk memperkuat keterlibatan ayah dalam pendidikan anak sejak hari pertama masuk madrasah.

Sementara itu, MATAMUDA menjadi wahana pengenalan lingkungan madrasah yang dilaksanakan secara edukatif, inklusif, ramah anak, dan bebas dari perundungan maupun kekerasan. Melalui kegiatan ini, peserta didik diperkenalkan dengan budaya madrasah, tata tertib, warga madrasah, serta nilai-nilai keagamaan dan moderasi beragama sebagai bekal mengikuti proses pembelajaran.

Dalam kesempata itu, Junaidin juga menyempatkan diri berdialog dengan peserta didik baru di MTs Negeri 2 Kota Palu, Ia menegaskan bahwa masa ta’aruf bukan sekadar kegiatan seremonial pada awal tahun pelajaran, melainkan momentum penting bagi peserta didik untuk mengenal lingkungan madrasah secara utuh.

“Ta’aruf berarti saling mengenal. Tidak ada perkenalan tanpa pertemuan. Karena itu, manfaatkan kesempatan ini untuk mengenal guru, tenaga kependidikan, teman-teman, serta lingkungan madrasah. Dengan saling mengenal, proses belajar akan terasa lebih nyaman dan menyenangkan,” ujarnya.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles