AKTIVI.ID– Menjelang Dies Natalis ke-45, Universitas Tadulako (Untad) mencatat berbagai capaian yang semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia timur.
Capaian tersebut meliputi Akreditasi Unggul institusi, akreditasi internasional lima program studi, peningkatan peringkat nasional, penguatan sumber daya manusia, hingga pembangunan infrastruktur pendidikan.
Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Amar, ST., MT, mengatakan keberhasilan meraih Akreditasi Unggul menjadi pencapaian terbesar yang memberikan dampak positif bagi seluruh sivitas akademika maupun alumni.
“Kita sangat bersyukur sudah menjadi salah satu perguruan tinggi yang berakreditasi Unggul. Ini merupakan akreditasi tertinggi dan tentu akan sangat mempengaruhi seluruh sivitas akademika, termasuk para alumni dalam menapaki karier mereka,” ujar Prof. Amar, Jumat (31/7/2026).
Tak hanya itu, Untad juga untuk pertama kalinya berhasil memperoleh akreditasi internasional bagi lima program studi.
“Ini menjadi hadiah pada usia ke-45 Universitas Tadulako sekaligus tonggak penting menuju internasionalisasi kampus,” katanya.
Di tingkat nasional, Untad juga terus menunjukkan peningkatan prestasi. Menurut Prof. Amar, kampus tersebut kini masuk dalam 25 besar perguruan tinggi dengan capaian mahasiswa berprestasi dan berada di 35 besar universitas terbaik yang diperhitungkan di Indonesia.
Penguatan sumber daya manusia juga menjadi perhatian utama. Saat ini Untad memiliki 136 Guru Besar dan akan segera bertambah menjadi hampir 140 orang.
“Dalam tiga tahun terakhir kita berhasil menambah hampir 80 Guru Besar. Ini merupakan hasil kerja keras seluruh sivitas akademika,” ujarnya.
Selain itu, Untad terus memperluas layanan akademik dengan membuka Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), mempersiapkan Program Studi Kedokteran Gigi, Program Doktor (S3) Hukum, S3 Pendidikan, serta sejumlah program profesi, termasuk Profesi Arsitektur.
Di bidang tata kelola, Untad juga mengembangkan platform digital yang dibangun secara mandiri oleh sivitas akademika untuk mendukung sistem administrasi dan layanan kampus yang lebih andal.
Sementara itu, pembangunan infrastruktur terus dipercepat, termasuk penyelesaian Rumah Sakit Pendidikan Universitas Tadulako (RSPTN).
“Tahun ini rumah sakit kembali mendapatkan anggaran untuk penyelesaian ruang operasi, IPAL, dan sistem kelistrikan agar dapat mendukung penyelenggaraan PPDS,” kata Prof. Amar.
Selain rumah sakit, Untad juga mengembangkan jaringan listrik bekerja sama dengan PLN, membangun sistem air bersih, meningkatkan jaringan telekomunikasi dan Wi-Fi, serta menyiapkan pasokan air minum di beberapa kawasan kampus.
Dalam bidang penjaminan mutu, Untad menargetkan 60 persen program studi berakreditasi Unggul pada 2028. Saat ini sekitar 38 hingga 40 persen program studi telah meraih predikat tersebut.
Rektor juga menyampaikan pembangunan Nalodo Research Center sebagai pusat riset baru serta penyelesaian embung edukasi Rano Tadulako yang berfungsi sebagai sumber cadangan air sekaligus sarana pendidikan dan penelitian.
“Di tengah tantangan krisis air, Untad mampu membangun embung dengan kapasitas besar. Ini membuktikan bahwa ilmu pengetahuan dapat menghadirkan solusi bagi kebutuhan masyarakat dan lingkungan,” jelasnya.



