AKTIVI.ID– Aliansi Program Studi Manajemen dan Bisnis Indonesia (APSMBI) menggelar Pleno I di salah satu hotel di Kota Palu, Rabu (17/6/2026).
Kegiatan yang bertajuk “Inovasi Berkelanjutan: Sinergi Soft Skills dan Kampus Berdampak dalam Menghasilkan Profesional Manajemen dan Kewirausahaan Pemula Berdaya Saing Global” diikuti 66 peserta dari 33 perguruan tinggi negeri anggota APSMBI dari berbagai daerah di Indonesia.
Kegiatan tersebut, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako selaku tuan rumah.
Pleno I APSMBI berlangsung selama dua hari, 17–18 Juni 2026, dengan sejumlah agenda, di antaranya Workshop Nasional Public Speaking, Rapat Pleno APSMBI, Expo Kewirausahaan Mahasiswa dan Alumni, serta Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional bekerja sama dengan organisasi non-pemerintah (NGO) Humainement Concernés di kawasan Hunian Tetap (Huntap) Tondo I Buddha Tzu Chi.
Gubernur Sulawesi Tengah yang diwakili Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdaprov Sulteng, Rudi Dewantoro, saat membuka kegiatan mengatakan perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, adaptif, berdaya saing tinggi, serta memiliki jiwa kewirausahaan.
Menurutnya, keberadaan APSMBI menjadi wadah penting dalam membangun kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah guna memperkuat kualitas program studi manajemen dan bisnis sehingga mampu menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.
Ia menilai tema yang diangkat dalam Pleno I sangat relevan dengan arah pembangunan Sulawesi Tengah, khususnya dalam peningkatan kualitas SDM yakni pada program prioritas Berni Cerdas yang menyediakan beasiswa bagi mahasiswa.
Hal yang sama pada pelaksanaan PKM Internasional, juga sejalan dengan program prioritas Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, khususnya program Berani Makmur yang mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah melalui peningkatan daya saing produk lokal.
“Kami berharap APSMBI terus membangun kemitraan dengan pemerintah sehingga mampu memperkuat kualitas SDM sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Tadulako yang diwakili Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Eng. Ir. Andi Rusdin, S.T., M.T., M.Sc., mengungkapkan bahwa Program Studi Manajemen saat ini menjadi salah satu program studi dengan jumlah peminat terbanyak. Namun, menurutnya, kondisi tersebut juga menghadirkan tantangan besar agar lulusan tidak justru menambah angka pengangguran terdidik.
Ia menegaskan perkembangan teknologi yang sangat cepat menuntut perguruan tinggi untuk terus menyesuaikan kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja. “Kami berharap melalui forum ini lahir rekomendasi-rekomendasi strategis untuk memperkuat kompetensi lulusan agar mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri,” katanya.
Ketua Dewan Pengawas APSMBI, Dr. Ulil Hartono, S.E., M.Si., menjelaskan bahwa APSMBI berdiri sejak 2014 dengan anggota yang berasal dari perguruan tinggi negeri di Indonesia.
Ia mengatakan fokus utama asosiasi adalah mendorong pengembangan program studi manajemen agar berkembang secara bersama-sama melalui penyusunan capaian pembelajaran lulusan, profil lulusan, hingga pengembangan kurikulum yang adaptif terhadap perubahan zaman.
“APSMBI telah menyepakati berbagai standar bersama, mulai dari capaian pembelajaran lulusan hingga profil lulusan. Selanjutnya, kurikulum harus terus disesuaikan dengan perkembangan dan kebutuhan yang ada,” ujarnya.
Wakil Ketua APSMBI, Murdiyah Hayati, S.Kom., M.M., memberikan apresiasi kepada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Untad sebagai penyelenggara kegiatan. Menurutnya, Pleno I menjadi forum strategis untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi antarperguruan tinggi di tengah dinamika pendidikan tinggi, sekaligus memperluas jejaring dalam upaya menghasilkan lulusan yang berkualitas.
Ia berharap forum tersebut mampu menghasilkan berbagai keputusan yang semakin memperkuat peran APSMBI dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi di masa depan.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Untad, Prof. Dr. Wahyuningsih, S.E., M.Sc., Ph.D., mengaku bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada fakultasnya sebagai tuan rumah penyelenggaraan Pleno I APSMBI Tahun 2026.
Menurutnya, kepercayaan tersebut menunjukkan bahwa Untad, khususnya FEB, dinilai memiliki kesiapan dari sisi fasilitas maupun kapasitas akademik untuk menyelenggarakan forum nasional.
Ia menegaskan kegiatan tersebut bukan sekadar sidang organisasi, tetapi juga merupakan amanah dari Kementerian agar mampu menghasilkan rekomendasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui implementasi program Kampus Berdampak.
Sementara itu, Ketua Panitia, Harnida Wahyuni Adda, S.E., M.A., Ph.D., menjelaskan tema yang diangkat mencerminkan komitmen APSMBI dalam memperkuat sinergi antara pengembangan soft skills dan implementasi Kampus Berdampak guna mencetak profesional manajemen dan wirausahawan pemula yang mampu bersaing di tingkat global.
Menurut Harnida, rangkaian Pleno I juga diperkuat dengan kegiatan PKM Internasional bertema “Bridging the Gap: Rekonstruksi Model Pengabdian Masyarakat Berbasis Impact-Driven Management” yang dilaksanakan bersama salah satu NGO internasional di Kota Palu.
Melalui kegiatan tersebut, APSMBI berupaya membangun model pengabdian kepada masyarakat yang tidak hanya berorientasi pada aktivitas, tetapi juga menghasilkan dampak yang terukur, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Selain itu, kegiatan juga diramaikan dengan Expo Kewirausahaan Mahasiswa dan Alumni serta Workshop Nasional Public Speaking.
Harnida menilai kemampuan berbicara di depan publik menjadi kompetensi penting bagi para akademisi. Menurutnya, meskipun dosen telah terbiasa mengajar, kemampuan menyampaikan gagasan secara efektif tetap perlu terus diasah agar ide-ide yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat maupun pemangku kepentingan lainnya.
“Kita semua adalah akademisi yang terbiasa mengajar. Namun, ide yang baik belum tentu tersampaikan dengan baik jika kemampuan public speaking belum terus dikembangkan. Karena itu, keterampilan ini penting untuk terus diasah,” ujarnya.



