AKTIVI.ID-Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), mencatat sebanyak 31.275 penerima bantuan pangan (PBP) telah menerima bantuan beras tahap II tahun 2026 dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Perum Bulog.
“Khusus di Kota Palu, sekitar 31 ribu kepala keluarga (KK) menerima bantuan beras dari Bapanas dan Perum Bulog,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palu Lukman, Selasa (20/10/2026).
Berdasarkan data realisasi per 30 September 2026, penyaluran bantuan beras tahap II di Kota Palu telah menjangkau 31.275 PBP atau mencapai 99,87 persen dari total sasaran sebanyak 31.316 PBP.
Adapun total beras yang disalurkan dalam program bantuan tahap II mencapai 939.480 kilogram.
Ia mengatakan bantuan menyasar masyarakat yang tersebar di delapan kecamatan di Kota Palu, dengan alokasi beras sebanyak 10 kilogram per bulan selama tiga bulan periode Juli-September untuk setiap penerima.
Berdasarkan rekapitulasi penyaluran per kecamatan, Palu Selatan mencatat 4.494 PBP, Palu Timur 2.359 PBP, dan Mantikulore sebanyak 5.756 PBP dari target 5.758 PBP.
Selanjutnya, Kecamatan Ulujadi mencatat 4.401 PBP, Palu Barat 4.112 PBP, Palu Utara 2.971 PBP, Tawaeli 3.322 PBP, serta Tatanga sebanyak 3.860 PBP dari target 3.899 PBP.
Lukman mengatakan bantuan pangan tersebut turut memengaruhi permintaan beras di Kota Palu karena sebagian kebutuhan masyarakat telah terpenuhi melalui bantuan tersebut.
“Permintaan beras tidak terlalu tinggi karena sebagian kebutuhan masyarakat sudah terpenuhi melalui bantuan tersebut, berujung pada harga yang lebih terkendali,” katanya.
Ia menambahkan penyaluran bantuan pangan beras tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekaligus menjaga permintaan beras di Kota Palu tetap terkendali.

