AKTIVI.ID-Akademisi Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Tadulako (Untad) Palu mengembangkan diversifikasi pangan pendamping Air Susu Ibu (ASI), berbasis potensi lokal di Sulawesi Tengah, berupa pengembangan produk inovatif berupa crackers MPASI fortifikasi ekstrak buah naga dan tepung kacang hijau, sebagai pangan bergizi tinggi.
“Pemanfaatan bahan lokal tersebut belum optimal, baik dari segi pengolahan maupun pengembangan produk bernilai tambah yang sesuai untuk kebutuhan gizi bayi dan balita,” kata anggota tim pengabdian masyarakat Muhd. Nur Sangadji, Rabu (14/10/2026).
Menurut dia, Sulteng memiliki ketersediaan bahan pangan lokal yang melimpah seperti buah naga dan kacang hijau yang kaya akan vitamin, mineral, serat, serta protein nabati. Dengan potensi itu, terdapat pula tantangan dalam peningkatan pengetahuan masyarakat, terkait pengolahan MPASI yang bergizi, aman, dan memiliki daya simpan baik.
“Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Duyu dan Majelis Taklim Nurul Amin kota Palu,” ujarnya.
Dia mengatakan program itu untuk mengembangkan produk inovatif berupa crackers MPASI fortifikasi ekstrak buah naga dan tepung kacang hijau, sebagai pangan bergizi tinggi. Selain itu, mendorong terbentuknya produk unggulan lokal yang memiliki nilai ekonomi dan berpotensi untuk dikembangkan secara berkelanjutan.
Untuk tahapan pelaksanaan, dimulai dari persiapan yang mencakup identifikasi kebutuhan mitra, koordinasi dengan pihak BPP Duyu, serta penyusunan formulasi produk crackers MPASI berbasis bahan lokal.
Kemudian, tahap pelaksanaan berupa pelatihan dan pendampingan teknis kepada kelompok sasaran terkait proses pembuatan crackers MPASI, dimulai dari penyiapan bahan, formulasi, pengolahan, hingga pengemasan yang memenuhi standar keamanan pangan.
Selanjutnya, tahap evaluasi dan penyempurnaan produk melalui uji mutu sederhana (organoleptik dan daya simpan) serta pengumpulan umpan balik dari peserta. Terakhir adalah tahap hilirisasi awal berupa penguatan branding produk, pelabelan, dan strategi pemasaran sederhana untuk meningkatkan daya saing produk sebagai unggulan lokal.
“Kami berharap kegiatan ini dapat mendukung perbaikan gizi anak, meningkatkan pemanfaatan bahan pangan lokal, serta membuka peluang usaha berbasis produk pangan inovatif di masyarakat,” katanya.
Tim program pengabdian masyarakat diketuai Syahraeni Kadir, dengan anggota Rostiati Dg. Rahmatu, Sitti Marwiah, Abdul Hadid, Septian Palma Ariany, Abd. Rahim, Muhammad Fawzul Alif Nugroho, Fathurrahman, Muhammad Iqbal, Muhd. Nur Sangadji, Amalia Noviyanty dan Abdul Rahman.

