AKTIVI.ID-Universitas Tadulako (Untad) Palu mendampingi pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan pertambangan emas skala kecil (PESK), Kelurahan Poboya, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu.
“Permasalahan yang dihadapi masyarakat, yaitu potensi degradasi lingkungan dan lahan akibat aktivitas pertambangan yang disertai risiko pencemaran merkuri dan sianida,” kata Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Untad Palu Muhd Nur Sangadji, Rabu (14/10/2026).
Dia menjelaskan telah terjadi ketergantungan ekonomi pada sektor tambang paralel, dengan rendahnya kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan lingkungan dan usaha.
Fakta itu, lanjut dia, dibuktikan dengan belum optimalnya pemanfaatan potensi lokal, seperti lahan tidur dan limbah rumah tangga.
Menurut Nur, kegiatan pengabdian itu tidak hanya berfokus pada perbaikan lingkungan semata. Tapi juga, membangun kesadaran dan kapasitas untuk kesejahteraan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan, melalui pendekatan partisipatif dan edukatif berbasis ekonomi.
“Tujuan utama dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan kapasitas dan keterampilan masyarakat, serta mendorong ekonomi alternatif berbasis potensi lokal guna mengurangi ketergantungan pada tambang,” katanya menegaskan.
Dia menjelaskan, metode pendampingan itu meliputi tahap persiapan dan perencanaan serta Tahap Pelaksanaan, yang diwujudkan melalui survei awal, sosialisasi dan edukasi pengelolaan lingkungan, pelatihan pembuatan pupuk organik cair berbasis limbah rumah tangga, serta penanaman bibit tanaman buah di pekarangan.
Kegiatan diusulkan pada Skema Produk Unggulan Daerah (Pengabdian Pascasarjana) Tahun 2026, dengan luaran berupa satu buku chapter pada 2027, artikel yang dipresentasikan pada prosiding nasional pada 2027, dan satu jurnal nasional bereputasi yang terindeks Sinta 3.
Dia berharap keberlanjutan program, menuntut pendampingan lanjutan, penguatan kelembagaan, dan pengembangan usaha mikro. Program itu juga diharapkan menjadi rujukan bagi kelurahan lain di kawasan pertambangan, dalam mengembangkan ekonomi alternatif berbasis potensi lokal, sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat menuju kesejahteraan berkelanjutan.

