22.1 C
New York
Selasa, September 22, 2026

Buy now

spot_img

Sambut Tanwir dan Milad, Muhammadiyah Tanam 114 Pohon Kelor di Unismuh Palu

AKTIVI.ID– Menyambut pelaksanaan Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah, Panitia Penerima Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah bersama Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Tengah menanam 114 pohon kelor di lingkungan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu.

Penanaman pohon kelor tersebut berlangsung di belakang Kantor Dekanat Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unismuh Palu, Ahad (20/9/2026).

Penanaman 114 pohon kelor menjadi simbol menyambut pelaksanaan Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah yang akan dipusatkan di kompleks Unismuh Palu pada 19–21 November 2026.

Pemilihan kelor memiliki makna tersendiri. Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan daun kelor sebagai motif utama logo Tanwir Muhammadiyah 2026.

Selain itu, kelor memiliki keterkaitan kuat dengan Sulawesi Tengah, khususnya Kota Palu, yang menjadi lokasi penyelenggaraan Tanwir. Tanaman tersebut tumbuh subur dan telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.

Ketua PWM Sulawesi Tengah, H. Muh. Amin Parakkasi, S.Ag., M.H.I., mengatakan penggunaan kelor dalam rangkaian Tanwir 2026 berawal dari usulan PWM Sulteng untuk menjadikan motif daun kelor sebagai batik resmi Tanwir.

Menurut Amin, usulan tersebut sekaligus menjadi upaya memperkenalkan kearifan lokal Tanah Kaili melalui agenda nasional Muhammadiyah. “Karena setelah dianalisis, ternyata tanaman kelor ini sangat berbanding lurus dengan semangat Muhammadiyah, tanaman yang sederhana namun banyak memberi manfaat dan sangat tangguh bisa tumbuh di berbagai kondisi tanpa perawatan rumit,” jelas Amin.

Lebih lanjut, usulan batik bermotif kelor tersebut kemudian diterima Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebagai batik resmi Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah. Bahkan, motif kelor tersebut selanjutnya menjadi inspirasi desain utama logo Tanwir 2026.

Amin mengatakan, penggunaan kelor sebagai bagian dari identitas Tanwir menjadi kebanggaan bagi Muhammadiyah dan masyarakat Sulawesi Tengah karena kearifan lokal daerah tersebut dapat diperkenalkan secara lebih luas di lingkungan Muhammadiyah secara nasional.

“Jadi sebuah kebanggaan kita, saya kira Muhammadiyah dan masyarakat Sulawesi Tengah, bahwa kearifan lokal kita, pohon kelor, sayur kelor, itu menjadi go nasional di Muhammadiyah melalui batik dan logo Tanwir,” ujarnya.

Selain merepresentasikan kearifan lokal, kelor dalam logo Tanwir juga memiliki filosofi tentang keluasan wawasan pergerakan, kesejahteraan, serta kebermanfaatan bagi masyarakat luas.

Selain itu, Kelor juga dikenal sebagai miracle tree atau pohon ajaib karena merupakan tanaman sederhana yang memiliki banyak manfaat dan mampu tumbuh di berbagai kondisi tanpa membutuhkan perawatan yang rumit, sejalan dengan semangat gerakan Muhammadiyah, yakni terlihat sederhana namun banyak memberi manfaat bagi kemanusiaaan.

Penanaman 114 pohon kelor tersebut turut dihadiri Ketua Panitia Penerima Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah yang juga Rektor Unismuh Palu, Prof. Dr. H. Rajindra, SE., MM., bersama puluhan panitia serta jajaran pejabat di lingkungan Unismuh Palu.

Penanaman tersebut diharapkan tidak hanya menjadi simbol penyambutan Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya menjaga dan mengangkat kearifan lokal sebagai bagian dari gerakan Muhammadiyah.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles