AKTIVI.ID-Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bungo melalui Ketua Tanfidziyah PCNU Bungo, Kiai Syakroni, menyatakan harapan dan permohonan agar Menteri Agama Prof KH Nasaruddin Umar bersedia maju sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar NU ke-35 yang akan digelar di Tambakberas, Jombang, Agustus ini.
Menurut Kiai Syakroni, NU saat ini membutuhkan sosok pemimpin yang memiliki kapasitas keilmuan yang kuat, pengalaman kepemimpinan yang matang, serta kemampuan merangkul seluruh elemen jam’iyah NU. Dalam pandangannya, Prof KH Nasaruddin Umar memenuhi kriteria tersebut.
“Beliau adalah ulama yang memiliki keluasan ilmu, kebijaksanaan dalam memimpin, serta diterima oleh berbagai kalangan di lingkungan Nahdlatul Ulama. Kami berharap beliau berkenan mengabdikan diri untuk memimpin PBNU pada periode mendatang,” ujar Kiai Syakroni, dikutip dari Republika.co.id, Senin (3/8/2026).
Ia menambahkan, tantangan NU ke depan semakin kompleks, baik dalam bidang pendidikan, dakwah, pemberdayaan ekonomi umat, maupun peran strategis NU di tingkat nasional dan internasional. Karena itu, dibutuhkan figur yang mampu memperkuat persatuan internal sekaligus membawa NU semakin berpengaruh di kancah global.
Menurut dia, Nasaruddin Umar memiliki jaringan internasional yang luas dan kuat, sehingga diyakini mampu memperkokoh posisi NU sebagai organisasi Islam moderat yang menjadi rujukan dunia dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang Rahmatan lil ‘alamin.
“Selain mampu menyatukan seluruh elemen jam’iyah Nahdlatul Ulama, beliau juga memiliki hubungan yang sangat baik dengan berbagai tokoh dan lembaga internasional. Modal ini sangat penting agar NU semakin berperan dalam membangun perdamaian dunia dan memperkuat diplomasi keislaman Indonesia,” jelas dia.
PCNU Bungo berharap Muktamar NU ke-35 di Tambakberas, Jombang, dapat melahirkan kepemimpinan yang mampu menjaga persatuan organisasi, memperkuat khidmah kepada umat, serta membawa Nahdlatul Ulama semakin maju, mandiri, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global.*



