AKTIVI.ID-Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Kabupaten Sigi yang mengusung tema “Sigi Peduli, Sigi Berbagi, Sigi Maju, Pakaroso” menjadi momentum refleksi bagi masyarakat dan pemerintah daerah dalam melanjutkan proses pemulihan serta pembangunan pascabencana yang pernah melanda wilayah tersebut.
Kabupaten Sigi menjadi salah satu daerah yang terdampak berat akibat gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi Sulawesi Tengah pada 28 September 2018. Enam tahun setelah bencana tersebut, masyarakat kembali menghadapi ujian akibat bencana yang terjadi pada 16 Juni 2026. Meski demikian, berbagai peristiwa itu dinilai telah memperkuat semangat persatuan, gotong royong, dan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan.
Dalam rangkaian peringatan HUT ke-18 Kabupaten Sigi, Pemuda Sigi, Abdurahman, S.E., C.Ps., AWP-S., yang juga menjabat sebagai Koordinator Daerah Komunitas Pendakwah Keren (KPK) Kabupaten Sigi dan Ketua Himpunan Mahasiswa Program Magister Ekonomi Syariah (HMPM ES) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, turut hadir sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan pembangunan dan pemulihan daerah secara berkelanjutan.
Abdurahman menilai tema yang diangkat tahun ini bukan sekadar slogan seremonial, melainkan representasi nilai-nilai yang telah tumbuh dan mengakar dalam kehidupan masyarakat Sigi sejak menghadapi berbagai bencana.
“Tema Sigi Peduli, Sigi Berbagi, Sigi Maju, Pakaroso mencerminkan semangat kepedulian, kebersamaan, dan solidaritas sosial yang harus terus dijaga sebagai modal sosial untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya, Rabu (24/6/2026).
Menurutnya, proses pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga harus disertai dengan penguatan ekonomi masyarakat agar mampu menciptakan kesejahteraan yang berkelanjutan.
Berlatar belakang pendidikan Ekonomi Syariah, Abdurahman menekankan pentingnya pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pengembangan ekonomi berbasis desa, peningkatan literasi keuangan syariah, serta optimalisasi pengelolaan dana sosial seperti zakat, infak, sedekah, dan wakaf produktif.
Ia menilai instrumen tersebut dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkeadilan bagi masyarakat.
“Gempa telah mengajarkan kita arti ketangguhan. Kini saatnya menjadikan semangat Sigi Peduli, Sigi Berbagi, Sigi Maju, Pakaroso sebagai energi untuk membangun ekonomi masyarakat yang mandiri, berintegritas, dan berkelanjutan. Pemulihan sejati bukan hanya membangun kembali bangunan yang roboh, tetapi juga memperkuat perekonomian keluarga, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam mendorong transformasi Kabupaten Sigi di berbagai sektor. Pemuda, kata dia, harus menjadi motor penggerak inovasi, kewirausahaan, dan pembangunan ekonomi yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Dengan bekal pendidikan, kompetensi, dan semangat pengabdian kepada daerah, generasi muda diharapkan mampu menghadirkan solusi dan gagasan inovatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tuturnya.
Selain itu, sebagai Koordinator Daerah KPK Kabupaten Sigi, Abdurahman mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat budaya transparansi, akuntabilitas, serta tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas.
Menurutnya, pembangunan ekonomi yang berkelanjutan hanya dapat terwujud apabila didukung oleh pemerintahan yang bebas dari praktik korupsi dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Peringatan HUT ke-18 Kabupaten Sigi juga menjadi simbol ketangguhan daerah dalam melewati berbagai ujian. Nilai Pakaroso yang berarti bersatu, saling menguatkan, dan bergandengan tangan menghadapi tantangan dinilai menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Kabupaten Sigi yang maju, mandiri, dan sejahtera.
Melalui momentum hari jadi tersebut, semangat kebersamaan yang lahir dari pengalaman menghadapi berbagai bencana diharapkan terus menjadi energi kolektif dalam pembangunan daerah. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, pemuda, dan seluruh pemangku kepentingan diyakini menjadi kunci untuk mewujudkan Kabupaten Sigi yang semakin berdaya saing dan memiliki ketahanan ekonomi yang kuat.
Memasuki usia ke-18 tahun, Kabupaten Sigi diharapkan terus melangkah maju dengan semangat kepedulian, kebersamaan, dan persatuan demi mewujudkan pembangunan yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat. *



