AKTIVI.ID-Rektor Universitas Tadulako (Untad) Prof. Dr. Ir. Amar, ST., MT memastikan tidak ada praktek plagiarisme di kampus itu terutama yang dilakukan oleh dosen, pasalnya terdapat metode dan prangkat yang dikembangkan di kampus ini untuk mendeteksi praktek curang tersebut dan telah berjalan kurang lebih tiga tahun terakhir.
Hal tersebut disampaikan usai menjadi Pembina Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 di halaman upacara Untad, Senin (4/5/2026).
Katanya, metode dan prangkat yang dikembangkan tersebut bukan hanya sekadar mendeteksi praktek plagiarisme melainkan juga pada tingkat karya tulis ilmiah hasil penggunaan aplikasi. “Itu selalu dikontrol oleh LPPM, di situ ada unit tertentu yang melaksanakan hal tersebut,”sebut Prof Amar.
Selain dari itu, dalam rangka peningkatan sumber daya dosen untuk kenaikan pangkat, juga dilakukan pemeriksaan mendalam melalui komisi khusus di Senat, semua hasil penelitian dan publikasi dikontrol satu persatu. “Alhamdulillah dari 76 guru besar yang dihasilkan Untad, semuanya bersih,”sebutnya lagi.
Dalam kesempatan tersebut, Prof Amar juga membantah isu yang berkembang di luar, jika terdapat dua oknum dosen di kampus ini terancam dicabut gelar guru besarnya akibat melakukan praktek plagiarisme. “Adapun isu-isu yang berkembang di luar terkait adanya oknum guru besar di Untad melakukan plagialisme itu sama sekali tidak benar,”tegasnya.
Pasalnya, dari hasil pemeriksaan dari pihak Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset dan Tenologi tidak menemukan satupun jurnal dosen di kampus ini hasil plagiarisme. “Tidak ada plagiarisme, baik dilakukan oleh guru besar maupun tenaga dosen lainnya, penyelidikan dihentikan,”ujarnya.*



