31 C
New York
Kamis, April 16, 2026

Buy now

spot_img

Satpol PP Siaga Amankan Pembukaan Semarak Sulteng Nambaso

AKTIVI.ID —Rangkaian Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulawesi Tengah ditandai dengan pembukaan “Semarak Sulteng Nambaso” di pelataran Gedung JCC, Jalan Moh. Yamin, Kota Palu, Selasa (14/4/2026) malam. Kegiatan ini menjadi panggung kebudayaan sekaligus ruang kolaborasi berbagai elemen masyarakat di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

Gubernur Sulawesi Tengah, H.Anwar Hafid, dalam sambutannya menegaskan bahwa keterbatasan fiskal tidak boleh meredupkan semangat pembangunan dan kebersamaan masyarakat.

“Sekalipun dalam suasana efisiensi, semangat kita untuk memberi arti bagi usia ke-62 ini tidak boleh kendor,” ujarnya di hadapan jajaran pemerintah daerah, unsur Forkopimda, serta masyarakat yang memadati lokasi acara.

Acara pembukaan turut dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A Lamadjido, Sekretaris Daerah, pimpinan DPRD, unsur TNI-Polri, serta para kepala daerah dari berbagai kabupaten/kota di Sulawesi Tengah. Hadir pula perwakilan kementerian, tokoh masyarakat, dan pelaku usaha yang berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan.

Dalam pidatonya, Anwar menekankan filosofi “Nambaso” yang dimaknai sebagai semangat besar untuk terus berbuat di tengah keterbatasan. Ia menyebut, penyelenggaraan kegiatan tahun ini banyak didukung oleh pihak ketiga sebagai bentuk kecintaan terhadap daerah.

“Banyak pihak yang merasa berhutang budi kepada Sulawesi Tengah dan dengan sukarela memberikan dukungan agar peringatan ini tetap semarak tanpa membebani APBD,” katanya.

Lebih jauh, ia menggambarkan Sulawesi Tengah sebagai “ibu” yang telah melahirkan banyak generasi unggul mulai dari pejabat publik, akademisi, hingga pelaku ekonomi. Namun demikian, ia mengingatkan masih adanya kesenjangan yang harus menjadi perhatian bersama.

“Kita tidak boleh menutup mata, masih ada saudara-saudara kita yang belum beruntung. Ini tugas kita bersama agar mereka merasakan kebahagiaan yang sama,” ujarnya.

Festival Sulteng Nambaso, lanjutnya, tidak sekadar hiburan, tetapi juga menjadi simbol persatuan dalam keberagaman budaya. Ia menyinggung nilai-nilai lokal seperti Nosarara Nosabatutu di Palu, Sintuwu Maroso di Poso, dan kearifan lokal lain yang menjadi perekat sosial masyarakat.

“Budaya adalah elemen yang menyatukan kita. Festival ini adalah panggung peradaban yang mempertemukan berbagai etnis dan tradisi di Sulawesi Tengah,” kata Anwar.

Pelaksanaan kegiatan yang berlangsung meriah dan tertib ini juga tidak lepas dari dukungan pengamanan di lapangan. Belasan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Sulawesi Tengah turut berperan aktif dalam menjaga ketertiban dan kelancaran jalannya acara, mulai dari pengaturan arus pengunjung hingga memastikan area kegiatan tetap kondusif.

Kegiatan yang berlangsung hingga 18 April ini juga dirangkaikan dengan pameran pembangunan, pertunjukan seni, serta promosi potensi daerah. Pemerintah provinsi berharap kegiatan ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menarik minat investasi dan kunjungan wisata.

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga memaparkan sejumlah program unggulan, seperti “Berani Cerdas”, “Berani Sehat”, hingga “Berani Sejahtera” yang difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat.

Ia mencontohkan program beasiswa yang kini tidak hanya menyasar jenjang sarjana, tetapi juga pascasarjana secara selektif. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan intervensi bagi keluarga kurang mampu, termasuk rencana bantuan bagi keluarga pasien selama masa perawatan.

Di sektor infrastruktur, pemerintah provinsi telah mengontrak seluruh ruas jalan provinsi melalui skema multi-years, meski di tengah pemangkasan anggaran yang cukup signifikan.

“Efisiensi yang kita lakukan bukan untuk melemahkan, tetapi justru melahirkan program-program strategis yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Anwar mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum HUT ke-62 ini sebagai penguat semangat membangun daerah secara kolektif.

“Jangan pernah padamkan api semangat kita. Sulawesi Tengah ini milik kita bersama, dan masa depannya ditentukan oleh kerja dan kolaborasi kita hari ini,” katanya.

Pembukaan Semarak Sulteng Nambaso malam ini berlangsung meriah, ditandai dengan pertunjukan seni budaya dan partisipasi berbagai komunitas. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang kebersamaan sekaligus refleksi perjalanan panjang pembangunan Sulawesi Tengah.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles