AKTIVI.ID– Sebanyak 353 mahasiswa di Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu dinyatakan lolos verifikasi final sebagai penerima program Beasiswa Berani Cerdas dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
Kepala Biro Kemahasiswaan Unismuh Palu, Abdul Salam, S.Pd., M.Pd menyampaikan, ratusan mahasiswa tersebut telah melalui proses verifikasi administrasi secara ketat sebelum ditetapkan sebagai penerima bantuan pendidikan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sulawesi Tengah.
“Setelah melewati verifikasi, terdapat 353 mahasiswa kampus biru Unismuh Palu yang dinyatakan lolos dan inilah yang akan menerima Beasiswa Berani Cerdas,” ujar Abdul Salam, Sabtu (14/3/2026).
Ia menjelaskan, sebelumnya terdapat sekitar 400 data mahasiswa yang masuk dalam proses verifikasi. Proses tersebut dilakukan untuk memastikan keabsahan status mahasiswa serta menghindari kemungkinan adanya penerima beasiswa ganda.
Menurutnya, program Beasiswa Berani Cerdas merupakan salah satu terobosan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam mendukung akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa di daerah. Program ini juga mulai dirasakan manfaatnya oleh ribuan mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Sulawesi Tengah.
Di Unismuh Palu sendiri, kata dia, sebanyak 353 mahasiswa yang telah terverifikasi kini telah menerima pembayaran beasiswa yang bersumber dari APBD Provinsi Sulawesi Tengah.
Secara keseluruhan, penerima manfaat program Berani Cerdas di Sulawesi Tengah diperkirakan mencapai sekitar 32.000 mahasiswa.
Program ini juga mendapat perhatian positif dari Menteri Pendidikan Tinggi dan Sains dan Teknologi. Bahkan, direncanakan akan dilakukan kunjungan ke Sulawesi Tengah untuk meluncurkan program tersebut secara resmi dalam rangka mendukung gerakan Kampus Berdampak.
Sementara itu, Wakil Rektor II Unismuh Palu, Dr. Burhanuddin, SE., MM berharap para mahasiswa yang telah ditetapkan sebagai penerima beasiswa dapat memanfaatkan bantuan tersebut secara bijak dan penuh tanggung jawab.
“Manfaatkan ini sebaik-baiknya. Dana yang digunakan berasal dari APBD yang nilainya sangat besar, sehingga harus dipergunakan dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan para mahasiswa agar dapat menyelesaikan studi tepat waktu. Hal tersebut dinilai penting agar program beasiswa dapat terus berkelanjutan tanpa menjadi beban anggaran daerah pada tahun-tahun mendatang.



