AKTIVI.ID-Setelah berpuasa selama sebulan penuh di bulan Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk menyambungnya dengan puasa di bulan Syawal setelah Hari Raya Idul Fitri. Puasa ini dikenal dengan istilah puasa Syawal dan dilaksanakan selama 6 hari.
Berdasarkan buku Fiqih Puasa oleh Dr Yusuf Qardhawi, penyempurnaan puasa Ramadan dengan puasa Syawal memiliki keutamaan berupa pahala layaknya puasa setahun. Hal ini sebagaimana tercantum dalam hadits riwayat Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah yang diriwayatkan oleh Abu Ayub Al-Anshari berikut ini.
“Barangsiapa berpuasa Ramadan, kemudian ia iringi dengan (puasa) enam (hari) di bulan Syawal, maka seolah-olah ia berpuasa setahun.”
Lantas, bagaimana cara mengerjakan puasa Syawal? Seperti apa bacaan niatnya yang menurut sebagian ulama sunnah dilafalkan? Agar lebih memahami ibadah penuh keutamaan ini, simak pembahasan tentang tata cara dan niat puasa Syawal 6 hari di bawah ini!
Tata Cara Puasa Syawal
Tata cara puasa Syawal sama dengan puasa sunnah pada umumnya, yakni diawali dengan niat, dimulai sejak memasuki waktu Subuh, dan berakhir saat Maghrib. Perbedaannya hanya terletak pada jumlah hari puasanya.
Kembali dikutip dari buku Fiqih Puasa oleh Dr Yusuf Qardhawi, puasa Syawal dilakukan selama bulan Syawal dengan total pelaksanaan puasa sebanyak 6 hari. Adapun waktu pelaksanaannya menjadi perdebatan di kalangan ulama.
Terdapat pendapat yang menyatakan bahwa puasa Syawal disambung puasa Ramadan sehingga sebaiknya dimulai pada hari setelah shalat Idul Fitri. Namun, ada juga pendapat yang menyatakan bahwa puasa ini bisa dilakukan kapanpun di bulan Syawal karena bulan Syawal dengan seluruh harinya merupakan bulan yang mengikuti bulan Ramadan. Adapun Dr. Yusuf Qardhawi lebih condong kepada pendapat yang menyatakan bahwa puasa Syawal bisa dilakukan kapan saja sepanjang bulan Syawal.
Dalam buku Panduan Lengkap Puasa Wajib & Sunnah oleh Muhammad Ghazali, disebutkan bahwa pelaksanaan puasa Syawal boleh dilakukan secara berurutan (langsung selama 6 hari tanpa jeda) maupun tidak alias terputus-putus. Meski demikian, para penganut mazhab Syafi’i umumnya melakukan puasa Syawal berturut-turut tanpa jeda. Pelaksanaan ibadah yang disegerakan ini didasari oleh dalil Al-Quran dan hadits yang menunjukkan keutamaan untuk menyegerakan ibadah dan berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan.
Disadur dari laman NU Online, puasa Syawal juga diperbolehkan untuk dilakukan sebelum meng-qadha puasa Ramadan. Meski demikian, qadha puasa Ramadan tetap sebaiknya lebih diutamakan sehingga pelaksanaanya perlu didahulukan. Bahkan, Ibnu Hajar Al-Haitami berpendapat bahwa pelaksanaan puasa Syawal yang mendahului qadha puasa Ramadan statusnya makruh.
Niat Puasa Syawal: Arab, Latin, dan Artinya
Diambil dari buku Panduan Lengkap Puasa Wajib & Sunnah oleh Muhammad Ghazali, bacaan niat puasa Syawal adalah sebagai berikut.
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرٍ شَوَّال سُنَّةٍ لِلَّهِ تَعَالَى
Arab Latinnya: Nawaitu shauma syahri syawwaal sunnatan lillahi Ta’ala.
Artinya: “Saya niat puasa di bulan Syawal, sunnah karena Allah.”
Terdapat pula bacaan niat lainnya yang bisa dilafalkan sebelum pelaksanaan puasa Syawal.
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلّهِ تَعَالَى
Arab Latinnya: Nawaitu shauma ghadin ‘an adaa’i sunnatis Syawwali lillahi Ta’aalaa.
Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah.”
Berbeda dengan puasa wajib yang niatnya perlu dilafalkan sebelum pelaksanaan puasa, niat puasa Syawal bisa dilafalkan pada pagi hari hingga sebelum waktu Dzuhur dengan catatan orang tersebut belum makan, minum, atau melakukan hal-hal yang dapat membatalkan puasa. Untuk situasi ini, bacaan niatnya adalah sebagai berikut.
نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى
Arab Latinnya: Nawaitu shauma haadzal yaumi ‘an adaa’i sunnatis Syawwali lillahi Ta’aalaa.
Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Syawal hari ini karena Allah.”
Demikian penjelasan tentang tata cara dan niat puasa Syawal 6 hari. Semoga bisa detikers jadikan pedoman untuk mengerjakannya, ya!
Artikel ini ditulis oleh Arum Sekar Pertiwi peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom



