12.8 C
New York
Senin, April 6, 2026

Buy now

spot_img

Retret Kepala Sekolah Gubernur Sulteng Tekankan Peran Spiritualitas dalam Pendidikan

AKTIVI.ID-Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menegaskan pentingnya penguatan nilai spiritual dan kedekatan dengan masjid dalam membangun kualitas pendidikan serta sumber daya manusia.

Hal itu disampaikannya saat memberikan arahan dalam kegiatan retret kepala sekolah yang berlangsung di Masjid Raya Baitul Khairaat, Sabtu (4/4/2026).

Dalam arahannya, Anwar Hafid menjelaskan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat keberkahan yang memberi dampak luas bagi kehidupan masyarakat, termasuk dalam pengembangan dunia pendidikan.

“Semua masjid di muka bumi ini adalah rumah Allah. Banyak sekali contoh soal janji Allah, di mana satu negara yang melaksanakan perintah Allah ini dengan istiqomah, Allah menepati janjinya,” ujar Anwar Hafid.

Ia menilai Sulawesi Tengah memiliki potensi besar untuk menjadi daerah yang diberkahi apabila masyarakatnya mampu memakmurkan rumah ibadah. Menurutnya, keberkahan akan hadir bagi mereka yang menjadikan masjid sebagai pusat aktivitas spiritual. “Sulawesi Tengah ini kurang apa? Allah sudah janji, sembah Aku di rumah-Ku maka akan turun keberkahan di situ,” tegasnya.

Dalam konteks pendidikan, Anwar Hafid mengajak para kepala sekolah untuk tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga memperkuat pembentukan karakter dan akhlak peserta didik melalui pendekatan spiritual.

Ia mendorong sekolah-sekolah untuk aktif membiasakan siswa melaksanakan salat berjamaah serta menanamkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan pendidikan. “Ajak anak-anak sekolah untuk sholat berjamaah. Bikin kreativitas, tidak usah takut,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa berbagai tantangan dalam dunia pendidikan tidak dapat diselesaikan semata-mata dengan pendekatan rasional. Peran doa dan ketergantungan kepada Tuhan, menurutnya, menjadi faktor penting dalam menghadapi berbagai persoalan, termasuk dalam membina perilaku dan perkembangan siswa. “Bapak-bapak tidak mungkin bisa menyelesaikan banyak masalah terutama anak-anak ini jika bukan karena Allah,” ungkapnya.

Selain itu, Gubernur juga menegaskan bahwa proses pendidikan tidak boleh diwarnai dengan kekerasan. Pendidikan harus mengedepankan keteladanan, pembinaan akhlak, serta doa sebagai fondasi utama dalam membentuk karakter generasi muda. “Tidak ada metode pendidikan dengan kekerasan, yang ada hanya dengan akhlak, dengan doa,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Anwar Hafid turut memperkenalkan penguatan program “Sulteng Mengaji” sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang dekat dengan Al-Qur’an. Program tersebut diharapkan mampu memperkuat nilai religius dalam kehidupan masyarakat Sulawesi Tengah.

Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan retret kepala sekolah akan terus dilaksanakan sebagai bagian dari strategi membangun konsep “Sulteng Berkah”, yakni Sulawesi Tengah yang tidak hanya maju secara material, tetapi juga kuat secara spiritual.

Anwar Hafid optimistis, melalui sinergi antara dunia pendidikan dan penguatan nilai keagamaan, masa depan pendidikan di Bumi Tadulako akan semakin baik. “Insya Allah pendidikan di Sulawesi Tengah ini akan maju, mulai dari masjid, mulai dari rumah-rumah ibadah,”ujarnya. *

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles