AKTIVI.ID– Rektor Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu, Prof. Dr. H. Rajindra, SE., MM memberikan bonus kepada empat atlet dan seorang pelatih yang telah mengharumkan nama kampus atas prestasi yang diraih di Tournament Pencak Silat Militer Piala Pangdam XXIII/Palaka Wira yang dilaksanakan pada tanggal 2 – 8 Februari 2026 di Gedung Gelora Bumi Kaktus (GBK), Kota Palu.
Bonus tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang telah dicapai, melebihi target yang diberikan saat pelepasan pada tanggal 31 Januari 2026. Target yang diberikan oleh Rektor masuk 16 besar, namun tiga diantaranya mampu mencapai partai final.
Keempat atlet tersebut masing-masing masing-masing Moh. Kamil (FKIP), Tio Prasetyo (Fakultas Ekonomi dan Bisnis), Tri Candra RH Aluy (FKIP), dan Moh.Ridho Satya (Fakultas Teknik), dan seorang pelatih yakni Magfirah Jaslin.
Dari empat atlet itu, tiga diantaranya masuk partai final yakni Tio Prasetyo berhasil membawa pulang Silver Medal (Medali Perak), disusul Tri Candra RH Aluy dan Moh. Ridho Satya berhasil membawa Bronze Medal (Medali Perunggu).
“Sangat luar biasa, capaian melebihi target 16 besar, ini masuk partai final juara tiga dan dua,”sebut Prof Rajindra saat menyambut keempat atlet dan pelatihnya di ruang kerja Rektor, didampingi Kepala Biro Kemahasiswaan Abdul Salam, S.Pd., M.Pd , Sabtu (14/2/2016).
Namun kata Rektor, bonus yang diberikan itu jangan dilihat dari sisi jumlahnya, namun ketulusan pimpinan di tengah kondisi keuangan perguruan tinggi swasta yang tengah melakukan pembangunan sejumlah fasilitas kampus. “Jangan melihat jumlahnya, kita inikan kampus swasta, jadi tentu keuangannya sangat terbatas, namun di tengah keterbatasan itu kami tetap memperhatikan dan memberikan apresiasi bagi mereka yang menunjukan prestasi,”sebut Prof Rajindra.
Selain itu, Rektor juga menitipkan pesan agar keempat atlet itu tetap menjadi pribadi yang baik, mengikuti instruksi pelatih. Proses perkuliahan harus tetap menjadi prioritas, karena tujuan utama masuk ke Kampus Biru Unismuh Palu adalah belajar dan mengikuti proses perkuliahan. “Jangan sampai melupakan kuliahnya, UKM Tapak Suci itu harus dijadikan nomor ke sekian, prioritas adalah perkuliahan, orang tua taunya kalian itu kuliah, di dalam kelas bukan di atas ring,”tegas Rektor.
Sementara itu, Kepala Biro Kemahasiswaan Abdul Salam sangat berharap, prestasi yang diraih tidak menjadikan berpuas diri, tapi dijadikan sebagai pemantik untuk berlatih lebih giat untuk meraih emas di tournament lain. Namun pesan Rektor untuk tetap menjadikan perkuliahan sebagai prioritas utama juga harus diperhatikan. “Perkuliahan tetap nomor satu, latihan jalan, prestasi emas,”pesan Abdul Salam .
Tio Prasetyo, mewakili rekan-rekannya mengaku cukup senang atas apresiasi yang diberikan oleh Rektor Unismuh Palu, perhatian yang diberikan rektor dinilai memberikan semangat tersendiri sejak pelepasan tanggal 31 Januari 2026 hingga diterima kembali Sabtu (14/2/2026). “Tentu sangat senang mendapat apresiasi dari pimpinan langsung, rektor,”ucap Tio.
Rasa senang itu semakin bertambah karena apresiasi yang diberikan rektor bukan hanya sekadar ucapan melainkan juga berupa bonus. “Ada reword, tentu tambah senang,”ucapnya lagi.
Katanya, dari empat kali tampil di tournament Pencak Silat, dua kali membawa nama kampus dan sisanya membawa nama daerah, yakni Kejuaraan Wilayah Tapak Suci Sulteng 2024 membawa nama Kabupaten Parigi Motong, meraih juara I. Kedua Kejuaraan Pencak Silat Satria Muda Indonesia (SMI) Open 2 Tahun 2024 membawa nama Kota Palu meraih juara III.
Namun saat Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) XIX 2025 membawa nama Unismuh Palu, Dewi Keberuntungan tidak berpihak padanya. Kini di Tournament Pencak Silat Militer Piala Pangdam XXIII/Palaka Wira kembali membawa nama Unismuh Palu, Dewi Keberuntungan berubah arah berhasil membawa pulang Medali Perak. “Alhamdulillah, kali ini bisa juara II,”ucapnya.
Namun dari semua itu katanya, untuk menjaga semangat dan prestasi atlet UKM Tapak Suci Unismuh Palu, Ia sangat mengharapkan ada pemenuhan kebutuhan fasilitas latihan, terutama berupa gedung dan fasilitas pendukung lainnya. “Seperti ini saja fasilitasnya kita bisa juara, apa lagi nanti kalau Pak Rektor bisa memberikan fasilitas lebih, tentu prestasi akan lebih bagus juga,”harapnya.*



