AKTIVI.ID– Peserta didik SMPN 1 Palu berhasil mengukir prestasi diajang nasional melalui kompetisi National Applied Science Project Olympiad (Naspo) 2025, diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA) bekerja sama dengan Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tanggal 9-12 Desember 2025.
Di kompetisi sains bergengsi ini, terdapat 18 peserta didik SMPN 1 Palu yang terbagi atas tiga kelompok berhasil mengharumkan nama baik sekolah dan daerah, mereka berhasil meraih satu emas dan dua perak.
Koordinator sekaligus pembimbing Isnawati Nurdin S.Pd. M.Pd menguraikan, jika kompetisi sains bergengsi tersebut merupakan kali pertama diikuti oleh peserta didiknya, namun dengan ketekunan dan dukungan orang tua peserta didik, pembinaan yang intensif oleh para pembimbing, dukungan sekolah melalui wakil kepala sekolah bidang kesiswaan serta ketekunan dan kedisiplinan peserta didik akhirnya membuahkan hasil.
“Ini kali pertama kami ikuti, dan Alhamdulillah hasilnya sangat luar biasa,” sebut Isnawati Nurdin, saat ditemui di LEP IPA, SMPN 1 Palu, Kamis (29/1/2026).
Isnawati menjelaskan, kompetisi itu diikuti oleh peserta didiknya setelah didaftarkan dan mengikirimkan epaper, setelah melalui seleksi dan dinyatakan lolos untuk mengikuti kompetesi, merekapun turun melakukan riset dibawah bimbingan para pembimbing, yakni Isnawati Nurdin S.Pd., M.Pd, Mustafid Rasyid, S.Si., M.Sc. Tri Seksa W Hidayat, S.Pd.
Selama penelitian itu sebutnya Isnawati, membutuhkan ketekunan, ketelitian, dan kesabaran, karena untuk mendapatkan data yang valid membutuhkan waktu minimal tiga bulan. “Selama penelitian itu, kami gunakan Laboratorium Untad dan di sekolah,”sebutnya.
Dari hasil penelitian inilah yang dipresentasikan oleh peserta didiknya secara online diikuti sebanyak 292 Tim se Indonesia. Dari tiga tim SMPN 1 Palu satu diantaranya meraih Emas yakni Tim yang diketuai oleh Anata Ndey Nuruljannah dengan judul penelitian “ Sabun Ramah Lingkungan dari Minyak Jalantah Melalui Reaksi Sapodifikasi dengan Ekstrak Pandan Sebagai Alternatif Produk Ekologi” dengan anggota tim masing-masing, Julia Mekita Batara, Daffa Syahmi Hilmiyah, Mirabel Natania Ongadi, Zivara Nur Faiza, dan Vega Revolusi Laudjeng.
Dua Tim lainnya meraih medali perak masing-masing Tim yang diketuai oleh Girly Bellenale dengan judul penelitian “Aktivitas Antifungsi Ekstrak Tumbuhan Tridax Procumbens L. Terhadap Jamur Penyebab Layu Fusarium pada Bawang Merah Palu” dengan anggota tim masing-masing, Raniyah Khaerunnisa, Karenza Praisillia Musa, Siti Hajar Annafisah Muchtar, Atiqah Aydhini, dan Putu Eka Sadira.
Berikutnya Tim yang diketuai oleh Ibnu Abyasa Hakim dengan judul penelitian “Uji Toksisitas Buah Bintaro Terhadap Hama Kutu Kebul Tanaman Cabe” dengan anggota tim masing-masing Mohammad Irsyad Paudi, Muhammad Farhan Adiza Landungi, Ahmad Maulana, Eureline Theodora, dan Tsania.
Pembina KIR SMPN 1 Palu ini mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi sejak persiapan, penelitian, hingga pelaksaan kompetisi. Menurutnya, prestasi yang diukir oleh peserta didiknya itu tidak lepas dari kontribusi para pihak yang terlibat.
“Terimakasih kepada bapak ibu Pembina, para orang tua peserat didik yang telah mendukung, terlebih kepada ibu Zahra dan ibu Ratih yang terlibat langsung mendampingi anak-anak dalam penelitian, juga kepada Wakasek Kesiswaan Bapak Ashar Laborahima S.Pd yang terus memantau penelitian dan mendampingi langsung anak-anak saat mengikuti kompetisi secara online, tentu ini semua menjadi penyemangat anak-anak, terimakasih untuk itu semua,”sebut Isnawati.
Ia berharap, prestasi yang diraih oleh peseta didiknya ini tidak menjadikan mereka cepat berpuas diri, namun dijadikan sebagai pemantik untuk terus belajar dan mengukir prestasi yang lebih banyak lagi, terlebih mereka masih sangat muda, perjalanan mereka masih sangat penjang.
Dalam waktu dekat, tepatnya bulan April 2026, SMPN 1 Palu kembali akan mengutus sejumlah peserta didik pilihan untuk mengikuti Indonesia Student Research Competition (ISRC) 2026, dengan harapan prestasi yang telah diukur di Naspo 2025, kembali bisa diukur di ISRC 2026.*



