5.6 C
New York
Senin, Maret 2, 2026

Buy now

spot_img

FGD Dua Hari, Untad Perkuat Tata Kelola Laboratorium

AKTIVI.ID– Sebagai upaya memperkuat tata kelola laboratorium di lingkungan kampus, Universitas Tadulako menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Pemetaan Profil dan Pembenahan Unit Laboratorium Lingkup Untad”. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari, dari 25 hingga 26 Februari 2026.

FGD ini dihadiri langsung Rektor Untad, Wakil Rektor Bidang Akademik, Kepala UPA Laboratorium Terpadu, serta para kepala dan pengelola unit laboratorium dari berbagai fakultas. Forum tersebut menjadi ruang evaluasi menyeluruh sekaligus perumusan arah pengembangan laboratorium yang lebih terintegrasi, profesional, dan berdaya saing.

Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T dalam sambutannya menegaskan bahwa laboratorium merupakan aset bersama universitas yang harus dikelola secara terpadu. Ia menekankan, penyusunan profil laboratorium menjadi langkah awal untuk memastikan seluruh potensi, fasilitas, serta sumber daya manusia dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Keberadaan laboratorium itu jangan dimaknai hanya milik satu fakultas. Selama berada di lingkungan universitas, maka itu adalah milik bersama dan bisa dimanfaatkan oleh seluruh sivitas akademika,” tegasnya.

Menurut Rektor, inventarisasi menyeluruh menjadi tahapan penting dalam pembenahan tersebut. Pendataan mencakup status kelembagaan, kapasitas layanan, jumlah dan kompetensi sumber daya manusia, hingga peralatan utama beserta tingkat pemanfaatannya. Seluruh data tersebut nantinya akan diintegrasikan dalam sistem digital universitas guna mendukung transparansi dan efisiensi pengelolaan.

“Kita harus melakukan inventarisasi secara menyeluruh, mengklasifikasikan laboratorium, lalu menyusun database terintegrasi berbasis digital. Dengan begitu transparansi dan efisiensi bisa kita wujudkan,” ujarnya.

Selain inventarisasi, aspek standarisasi dan tata kelola juga menjadi fokus pembahasan. Penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang seragam, sistem manajemen mutu, hingga penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dinilai sebagai elemen penting dalam meningkatkan kualitas layanan laboratorium.

“Standarisasi dan tata kelola itu mutlak. SOP harus jelas, alurnya seragam, dan aspek K3 menjadi prioritas utama,” tambahnya.

Rektor juga mengingatkan pentingnya efisiensi dalam pengadaan peralatan laboratorium. Ia menegaskan agar tidak terjadi duplikasi pembelian alat yang dapat membebani anggaran universitas.

Dalam sesi FGD, Kepala Unit Pelaksana Akademik (UPA) Laboratorium Terpadu Untad, Dr.sc.agr. Ir. Henry N. Barus, M.Sc turut memaparkan urgensi penguatan sistem digital untuk memantau kondisi peralatan laboratorium. Setiap unit, kata dia, diharapkan melakukan pembaruan data secara berkala, termasuk pelaporan kerusakan alat agar dapat segera ditindaklanjuti.

“Selain pembaruan data secara berkala, optimalisasi SDM laboratorium itu penting. Harus jelas job description-nya, harus ada pelatihan dan sertifikasi. Jangan sampai ada yang bekerja tanpa kompetensi yang terstandar,” ujarnya.

Melalui FGD ini, Untad menegaskan komitmennya untuk menghadirkan sistem pengelolaan laboratorium yang lebih tertata, efisien, dan berbasis data. Langkah tersebut diharapkan mampu mendukung peningkatan mutu akademik, riset, serta pelayanan pendidikan secara menyeluruh di lingkungan universitas. *

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles