AKTIVI.ID-Enam santri Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Nurul Ikhlas resmi menerima ijazah dalam sebuah prosesi khidmat yang digelar pada Jumat malam, 13 Februari 2025. Pemberian ijazah tersebut merupakan amanah langsung dari pendiri pesantren, almarhum H Sulkani TK Sutan.
Enam santri yang terpilih menerima ijazah yakni Abdul Jamil Al Rasyid, S.Hum, Bagas Mulya Perdana, Mandala Adi Putra, Muhammad Iqbal, Muhammad Fajar, dan Riski Candra, S.Pd. Mereka dinilai telah memenuhi kriteria dan amanah yang diwariskan pendiri pesantren.
Abdul Jamil Al Rasyid, S.Hum, yang juga merupakan Pimpinan Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Nurul Ikhlas sekaligus putra dari almarhum pendiri, berasal dari Tandikek, Nagari Tandikek Utara. Sementara itu, Bagas Mulya Perdana berasal dari Kampuang Baru, Nagari Batu Kalang Utara. Mandala Adi Putra berasal dari Data, Nagari Tandikek. Muhammad Iqbal dan Muhammad Fajar sama-sama berasal dari Kampuang Paneh, Nagari Tandikek Barat. Adapun Riski Candra, S.Pd, berasal dari Kampuang Apa, Nagari Tandikek Utara.
Acara tersebut turut dihadiri pimpinan Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Islamiyah, yakni Abuya TK Sidi Jalalen. Kehadirannya menjadi momen istimewa, mengingat Abuya TK Sidi Jalalen merupakan guru dari almarhum H Sulkani TK Sutan.
Dalam sambutannya, Abuya TK Sidi Jalalen berpesan agar seluruh santri terus melanjutkan cita-cita dan perjuangan pendiri pesantren dalam menegakkan pendidikan Islam. “Lanjutkan perjuangan beliau. Jadikan ilmu sebagai cahaya dalam kehidupan dan pengabdian kepada masyarakat,” pesannya di hadapan para santri dan tamu undangan.
Prosesi pemberian ijazah berlangsung khidmat dan penuh haru. Para santri dan keluarga yang hadir tampak mengikuti rangkaian acara dengan penuh perhatian. Momentum ini menjadi simbol keberlanjutan estafet perjuangan pendidikan di lingkungan pesantren.
Selain prosesi pemberian ijazah, kegiatan juga dimeriahkan dengan pemberian hadiah Muhadarah serta lomba cerdas cermat antar santri. Kegiatan tersebut menjadi ajang untuk mengasah kemampuan public speaking serta memperkuat pemahaman keilmuan para santri.
Turut hadir dalam acara tersebut Wali Nagari Tandikek Saharudin, Wali Korong Lubuak Aro Bakri Hosen, para pemuka masyarakat Lubuak Aro, tamu undangan dari masyarakat Tandikek, serta guru tuo dari Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Islamiyah Buluah Kasok Sungai Sariak.*



