5.6 C
New York
Rabu, Oktober 28, 2026

Buy now

spot_img

Rektor Untad Ajak Sivitas Akademika Teladani Semangat Sumpah Pemuda

AKTIVI.ID– Rektor Universitas Tadulako (Untad), Prof. Dr. Ir. Amar, ST., MT., mengajak seluruh sivitas akademika menjadikan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 pada 2026 sebagai momentum memperkuat persatuan, meningkatkan semangat perjuangan, dan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.

Menurut Prof Amar, semangat Sumpah Pemuda perlu diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan kampus, terutama dengan mengimplementasikan tiga nilai utama yang ditekankan Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, yakni patriotik, gigih, dan berempati.

Rektor mengatakan, semangat patriotisme dapat diwujudkan melalui komitmen menjaga persatuan bangsa, menjunjung tinggi kebersamaan, serta menaati aturan dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi.

“Patriotik ini kita maknai sebagai upaya terus mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa. Sivitas akademika Untad harus menjunjung tinggi kebersamaan dan menumbuhkan semangat persatuan dalam menjalankan seluruh aktivitas perguruan tinggi,” ujarnya, usai pemimpin jalannya upacara, Rabu (28/10/2026).

Selain itu, Prof Amar menekankan pentingnya kegigihan dalam mengembangkan institusi. Seluruh sivitas akademika diharapkan menghilangkan sikap pesimistis dan bekerja bersama untuk meningkatkan kualitas serta daya saing Untad.

Ia mencontohkan prestasi mahasiswa dalam berbagai kompetisi dan peningkatan kualitas program studi sebagai bukti semangat perjuangan dalam memajukan universitas.

“Gigih artinya kita harus terus bersemangat dalam perjuangan dan pengembangan institusi. Hilangkan rasa pesimistis agar kita bisa maju bersama dan menempatkan Universitas Tadulako setara dengan universitas lainnya,” katanya.

Nilai ketiga adalah empati, terutama dalam menghadapi persoalan lingkungan, seperti perubahan iklim dan kebakaran hutan serta lahan. Prof Amar mengajak seluruh sivitas akademika meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, termasuk menindaklanjuti masukan mahasiswa pecinta alam (Mapala).

Menurutnya, perguruan tinggi harus menjadi teladan dalam menjaga kelestarian lingkungan dan membangun kepedulian sosial. “Universitas sebagai lembaga pendidikan harus mempunyai empati dan kepedulian bersama dalam menjaga lingkungan. Ini menjadi tanggung jawab kita agar Untad dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat dan pembangunan bangsa,” jelasnya.

Terkait toleransi, ia menyebut Untad menjadi tempat belajar bagi mahasiswa dari sekitar 27 provinsi dengan latar belakang suku, agama, dan budaya yang beragam.

Upaya memperkuat toleransi dilakukan melalui Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK), kegiatan kemahasiswaan, pendidikan keagamaan, serta partisipasi bersama dalam peringatan hari besar keagamaan.

“Keragaman kita merupakan kekuatan, tetapi juga bisa menjadi bom waktu apabila tidak dikelola dengan baik. Karena itu, kita harus terus memupuk toleransi, saling menghargai, dan menjaga kebersamaan,” tegasnya.

Ia berharap momentum Hari Sumpah Pemuda menjadi pengingat bagi mahasiswa untuk berkontribusi bagi bangsa melalui prestasi, inovasi, dan kepedulian sosial, sekaligus menjaga semangat Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan kampus dan masyarakat.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles