AKTIVI.ID- Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Sulawesi Tengah menunjukkan komitmen kuat dalam mempererat ukhuwah islamiyah antar-organisasi keagamaan di Bumi Tadulako.
Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Sekretaris Tanfidziyah PWNU Sulteng, Awaluddin, saat menyampaikan pandangannya mengenai perhelatan besar yang akan segera dihelat di Kota Palu.
Hal itu disampaikan Awaluddin saat memberikan sambutan pada malam Mahabbah Santri Award 2026 yang diselenggarakan oleh ISNU Sulteng di Santika Palu, Jumat (23/10/2026).
Dimomen itu Dekan Fakultas Hukum Untad itu mewakili sambutan dari Ketua PWNU Sulteng Prof Lukma S Thahir yang berhalangan hadir.
Seperti diketahui, Sulawesi Tengah akan bertindak sebagai tuan rumah perhelatan nasional Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah yang dijadwalkan berlangsung pada 13–15 November 2026 mendatang.
Menanggapi agenda besar tersebut, PWNU Sulteng mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya warga besar Nahdliyin, untuk turut ambil bagian menyukseskan perhelatan akbar ini.
Dalam penyampaiannya, Awaluddin mengingatkan kembali bagaimana eratnya hubungan historis antara dua ormas Islam terbesar di Indonesia ini, termasuk kenangan saat momentum Muktamar NU sebelumnya.
Ia menceritakan bahwa saat perhelatan Muktamar NU sebelumnya, Muhammadiyah tercatat pernah memberikan kesan dan andil yang luar biasa dalam membantu warga Nahdliyin di berbagai daerah di Indonesia.
“Mari kita sukseskan bersama. Kita tahu, antara NU dan Muhammadiyah selalu sejalan dalam memberikan kemajuan bagi bangsa, negara, dan agama,” ujar Awaluddin penuh semangat.
PWNU Sulteng menilai bahwa suksesnya penyelenggaraan Tanwir Muhammadiyah di Kota Palu juga menjadi pertaruhan marwah dan harga diri bagi masyarakat Sulawesi Tengah secara keseluruhan.
Oleh karena itu, dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan elemen masyarakat lintas ormas, sangat dibutuhkan agar hajatan nasional ini berjalan sukses tanpa kendala.
Melalui momentum ini, PWNU Sulteng berharap sinergi dan kolaborasi antara NU, Muhammadiyah, pemerintah, serta mitra strategis lainnya dapat terus dirawat demi memperkuat persatuan umat serta membawa kemaslahatan yang nyata bagi pembangunan daerah di Sulawesi Tengah. *

