AKTIVI.ID– Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu memperkuat kemitraan dengan PT Pegadaian Area Palu melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Gedung Banua Kaili (GBK) Rusdy Toana, Rabu (7/10/2026).
MoU tersebut ditandatangani Rektor Unismuh Palu, Prof. Dr. H. Rajindra, SE., MM, bersama Deputi Bisnis PT Pegadaian Area Palu, Putra Aspin Rahmatullah. Kegiatan itu dihadiri para wakil rektor, dekan, ketua lembaga, dosen serta ratusan mahasiswa.
Kerja sama kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) oleh para dekan di lingkungan Unismuh Palu, yang diawali Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Dr. Sarifuddin T., SE., MM, bersama Putra Aspin Rahmatullah.
Rektor Unismuh Palu, Prof. Rajindra, mengatakan kerja sama tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan berbagai potensi ekonomi yang dapat dikembangkan bersama antara perguruan tinggi dan Pegadaian.
Menurutnya, penguatan ekonomi syariah penting dilakukan karena masih terdapat kesenjangan antara besarnya jumlah penduduk Muslim dengan pangsa pasar keuangan syariah.
“Data OJK tahun 2024 menunjukkan pangsa pasar keuangan syariah baru sekitar 11 persen, sementara penduduk Muslim kita lebih dari 87 persen. Di sini terjadi gap yang besar,” ujarnya.
Prof Rajindra mengatakan Unismuh Palu memiliki tiga peran dalam pengembangan ekonomi syariah, yakni sebagai pusat edukasi, pusat inkubasi dan pusat gerakan.
Sebagai pusat edukasi, Unismuh Palu akan mendorong penguatan pembelajaran ekonomi syariah di berbagai program studi. Sementara sebagai pusat inkubasi, kampus memiliki Halal Center dan inkubator bisnis yang membina sejumlah UMKM.
“Sebagai pusat gerakan, pembangunan ekonomi syariah tidak boleh berhenti di awal ini saja. Saya menginstruksikan kepada seluruh dekan untuk membuat klinik ekonomi syariah,” katanya.
Klinik tersebut nantinya diharapkan dapat memberikan edukasi, termasuk pendampingan sertifikasi halal dan pengembangan usaha berbasis ekonomi syariah.
Sementara itu, Deputi Bisnis PT Pegadaian Area Palu, Putra Aspin Rahmatullah, mengatakan Pegadaian memiliki beragam produk pembiayaan yang dapat dimanfaatkan masyarakat, termasuk pembiayaan mikro, kendaraan bermotor hingga tabungan emas.
“Sekarang kami sedang investasi di emas. Pada 26 Februari 2025, kami diresmikan oleh Presiden Jokowi sebagai bank emas pertama di Indonesia. Salah satu tujuan kami adalah Indonesia Emas Tabungan 2045,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan program “Gedor Emas” yang diluncurkan bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan akan terus diperluas pelaksanaannya di provinsi ini.
Menurut Putra Aspin Rahmatullah, kerja sama dengan Unismuh Palu diharapkan tidak hanya berlangsung dalam bentuk seminar dan kuliah umum, tetapi juga membuka akses mahasiswa dan sivitas akademika terhadap berbagai produk Pegadaian, termasuk tabungan emas.
Penandatanganan MoU dan MoA tersebut dirangkaikan dengan Seminar Nasional Ekonomi Syariah Gerbang Emas 2026 yang menghadirkan pemateri Rektor Unismuh Palu Prof. Dr. H. Rajindra, Deputi Bisnis PT Pegadaian Area Palu Putra Aspin Rahmatullah, Manager Pengawasan Perilaku PUJK dan Perlindungan Konsumen Adam Novriansyah, serta Dosen Magister Manajemen Unismuh Palu, Dr. Henni Mande, SE., M.Si.

