AKTIVI.ID – Universitas Tadulako (Untad) secara resmi memulai pelaksanaan Open Turnamen Tenis Rektor Cup III 2026 di Lapangan Tenis Untad, Sabtu (12/9/2026).
Turnamen tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP PELTI), Prof. Dr. H. A.M. Nurdin Halid, SE., MM., yang ditandai dengan pemukulan gong.
Open Turnamen Tenis Rektor Cup III tahun ini mengalami peningkatan dibanding pelaksanaan sebelumnya. Salah satunya terlihat dari total hadiah yang disiapkan panitia, yang meningkat dari Rp110 juta pada tahun sebelumnya menjadi Rp200 juta.
Dari total hadiah tersebut, sebesar Rp50 juta merupakan sumbangan dari Ketua Umum PP PELTI, Nurdin Halid.
Selain peningkatan hadiah, jumlah peserta juga mengalami pertumbuhan signifikan. Jika tahun sebelumnya turnamen diikuti peserta dari tujuh provinsi, tahun ini peserta datang dari 11 provinsi yang dikenal sebagai daerah penghasil atlet tenis berprestasi di Indonesia.
Ke-11 provinsi tersebut yakni Sumatera Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tengah.
Peserta juga berasal dari sejumlah kabupaten dan kota, di antaranya Balikpapan, Mamuju, Sidenreng Rappang, Polewali Mandar, Palopo, Banggai, Tolitoli, Morowali, Poso, Donggala, Kota Palu, Parigi Moutong, serta Sigi.
Turnamen tahun ini mempertandingkan sejumlah kategori, yakni beregu putra, beregu putri, kelompok bebas perorangan putra, kelompok bebas perorangan putri, serta kategori beregu lainnya sesuai dengan ketentuan pertandingan.
Selain kategori umum, panitia juga menghadirkan kelompok umur sebagai bagian dari pembinaan atlet tenis usia muda di Sulawesi Tengah. Kelompok umur yang dipertandingkan meliputi usia 10 tahun, 12 tahun, 14 tahun, 16 tahun, dan 18 tahun.
Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Amar, ST., MT., mengatakan Open Turnamen Tenis Rektor Cup III merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-45 Untad sekaligus berkaitan dengan momentum Hari Olahraga Nasional (Haornas) yang diperingati setiap 9 September.
Menurut Prof Amar, olahraga tidak semata-mata berkaitan dengan kompetisi dan pencapaian prestasi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun manusia yang sehat, disiplin, tangguh, positif, dan berkarakter.
“Keolahragaan itu bukan sekadar kompetisi, tetapi bagian dari membangun manusia yang sehat, manusia yang berdisiplin, tangguh, positif, dan berkarakter,” ujar Prof Amar.
Ia menilai budaya olahraga perlu menjadi bagian dari kehidupan, termasuk di lingkungan sivitas akademika Untad. Karena itu, kegiatan olahraga di lingkungan kampus diharapkan tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga membangun kebugaran dan karakter mahasiswa.
Prof Amar mengatakan, penyelenggaraan turnamen juga diarahkan untuk menjadi wadah pembinaan sekaligus penjaringan atlet-atlet muda yang memiliki potensi. Atlet yang muncul dari kompetisi tersebut diharapkan mampu mengharumkan nama daerah dan Indonesia dalam berbagai kejuaraan di masa mendatang.
“Tujuan penyelenggaraan turnamen ini tidak hanya untuk menghasilkan prestasi olahraga, tetapi juga menjadi sarana pembinaan dan penjaringan atlet-atlet muda yang berpotensi,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Prof Amar menyampaikan apresiasi kepada Ketua Umum PP PELTI yang dinilai terus memberikan dukungan terhadap pengembangan olahraga tenis di Untad.
“Terima kasih sekali lagi kepada Ketum PELTI yang terus memberikan dorongan kepada kita,” ucapnya.
Prof Amar menegaskan, Untad siap menjadi bagian dalam membangun ekosistem tenis yang lebih kuat dan berkelanjutan. Menurutnya, Rektor Cup merupakan salah satu bentuk komitmen Untad dalam mendukung pembinaan tenis, termasuk melalui kompetisi kelompok umur.
Ia menyebut Rektor Cup menjadi salah satu open turnamen tenis di Sulawesi Tengah yang tercatat di PELTI tingkat nasional.
“Untad siap menjadi bagian dari upaya untuk membangun ekosistem tenis yang lebih kuat dan berkelanjutan. Buktinya kita melaksanakan terus, dan ini satu-satunya open turnamen tenis yang ada di Sulawesi Tengah yang tercatat di PELTI Nasional atau PELTI Pusat,” jelasnya.
Menurut Prof Amar, penyelenggaraan tahun ini juga semakin inklusif dengan bertambahnya kategori perempuan. Hal tersebut diharapkan semakin memeriahkan sekaligus memperluas partisipasi masyarakat dalam olahraga tenis.
Lebih lanjut, kehadiran Ketua Umum PP PELTI diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara Untad, PELTI, pemerintah daerah, komunitas olahraga, dan dunia usaha.
Kolaborasi tersebut ke depan dapat diarahkan pada pembinaan atlet, pelatihan, penyelenggaraan kompetisi, hingga pengembangan sport science serta olahraga berbasis perguruan tinggi.
Prof Amar menegaskan, pengembangan olahraga di lingkungan kampus merupakan bagian dari upaya Untad membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kebugaran fisik, mental juang, kepemimpinan, dan karakter positif.
“Untad ini membangun mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kebugaran, mental juang, kepemimpinan, dan karakter positif,” jelasnya.

