AKTIVI.ID– Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, didampingi Sekretaris Daerah Kota Palu, Irmayanti Pettalolo, meninjau langsung kondisi RSUD Anutapura Palu pasca gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Kota Palu dan sekitarnya, Selasa (16/06/2026).
Gempa yang terjadi sekitar pukul 11.27 WITA tersebut berpusat di wilayah tenggara Palu dengan kedalaman 10 kilometer dan tidak berpotensi tsunami.
Dalam peninjauan tersebut, Wakil Wali Kota memastikan kondisi pelayanan kesehatan tetap berjalan serta memantau langsung situasi pasien yang masih berada di area luar rumah sakit.
Terlihat sejumlah pasien, termasuk yang tengah menjalani perawatan, masih berada di halaman dan area terbuka RSUD Anutapura.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi mengingat gempa susulan masih terus terjadi dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat maupun tenaga kesehatan.
Wakil Wali Kota Imelda menyampaikan bahwa keselamatan pasien, tenaga medis, dan seluruh pengunjung rumah sakit menjadi prioritas utama dalam situasi tanggap darurat pasca gempa.
“Kami ingin memastikan seluruh pasien dalam kondisi aman dan pelayanan kesehatan tetap dapat berjalan dengan baik. Pemerintah Kota Palu terus berkoordinasi dengan pihak rumah sakit serta instansi terkait untuk memantau perkembangan situasi,” ujar wakil wali kota.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Palu, Irmayanti Pettalolo, menegaskan bahwa pemerintah daerah terus melakukan pemantauan terhadap sejumlah fasilitas publik, termasuk rumah sakit, guna memastikan tidak ada kerusakan yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat.
Pihak RSUD Anutapura juga terus melakukan evaluasi terhadap kondisi bangunan dan sarana pelayanan kesehatan sambil menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari tim teknis terkait.
Peninjauan tersebut merupakan bagian dari langkah cepat Pemerintah Kota Palu dalam memastikan kesiapsiagaan dan keselamatan masyarakat pasca terjadinya gempa bumi yang mengguncang wilayah Kota Palu dan sekitarnya.
Pemerintah Kota Palu juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi, serta tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.



