24.1 C
New York
Minggu, Juni 14, 2026

Buy now

spot_img

Kasus Narkoba Meningkat, Untad dan Polda Sulteng Gelar FGD

AKTIVI.ID-Maraknya peredaran dan penyalahgunaan narkoba di masyarakat hingga mulai menyasar lingkungan perguruan tinggi menjadi perhatian serius berbagai pihak. Menyikapi kondisi tersebut, Universitas Tadulako (Untad) bekerja sama dengan Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Strategi Kolaboratif dalam Pencegahan dan Penanggulangan Peredaran Narkoba di Sulawesi Tengah” di kampus Untad, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Rektor Untad Prof. Dr. Ir. Amar, ST., MT,  Direktur Reserse Narkoba Polda Sulteng Kombes Pol. Pribadi Sembiring, S.I.K., M.H serta Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Sulawesi Tengah Prof. Dr. K.H. Zainal Abidin. M.Ag

Dalam pemaparannya, Prof. Amar menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya bertugas mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga membentuk generasi yang sehat, berkarakter, dan berintegritas. Menurutnya, mahasiswa yang berada pada usia produktif dengan mobilitas tinggi rentan menjadi sasaran jaringan peredaran narkoba.

“Jika satu mahasiswa rusak karena narkoba, kita kehilangan satu calon pemimpin bangsa. Kampus yang hebat bukan hanya menghasilkan sarjana yang cerdas, tetapi juga melahirkan generasi yang mampu menjaga dirinya, keluarganya, dan bangsanya dari ancaman narkoba,” ujar Prof. Amar.

Ia mengungkapkan, dalam beberapa tahun terakhir sejumlah perguruan tinggi di Indonesia telah terseret kasus peredaran narkoba. Beberapa di antaranya terjadi di Universitas Negeri Makassar, Universitas Halu Oleo, sejumlah kampus di Jakarta Timur, serta perguruan tinggi swasta di Jatinangor yang melibatkan mahasiswa sebagai kurir maupun target peredaran narkoba.

Menurut Prof. Amar, dampak narkoba terhadap dunia pendidikan sangat besar, mulai dari menurunnya prestasi akademik, meningkatnya angka putus kuliah, terganggunya kesehatan mahasiswa, hingga menurunnya reputasi institusi pendidikan. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat menghambat upaya pembangunan sumber daya manusia yang unggul.

Ia juga menekankan sejumlah tantangan yang dihadapi kampus, baik dari faktor internal seperti rendahnya literasi bahaya narkoba dan persoalan psikologis mahasiswa, maupun faktor eksternal berupa kemudahan akses informasi digital dan berkembangnya modus peredaran narkoba melalui media sosial. Karena itu, perguruan tinggi perlu mengambil peran sebagai penggerak, pembuat kebijakan, motivator, kolaborator, sekaligus agen perubahan dalam upaya pencegahan narkoba.

Sementara itu, Dirresnarkoba Polda Sulteng Kombes Pol. Pribadi Sembiring memaparkan bahwa tren kasus narkoba di Sulawesi Tengah terus menunjukkan peningkatan. Pada 2023 tercatat sebanyak 544 kasus, meningkat menjadi 644 kasus pada 2024 dan 725 kasus pada 2025. Hingga Mei 2026, jumlah kasus yang ditangani telah mencapai 325 kasus.

Ia menjelaskan, kasus narkotika jenis sabu masih mendominasi dengan jumlah barang bukti yang terus meningkat setiap tahun. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa ancaman peredaran narkoba masih sangat serius dan telah menyasar berbagai kalangan, baik berdasarkan usia maupun profesi.

“Kepolisian telah melakukan berbagai langkah, mulai dari sosialisasi pencegahan hingga penegakan hukum. Namun, tren kasus yang terus meningkat menunjukkan perlunya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam memerangi narkoba,” katanya.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulteng, Prof. Dr. K.H. Zainal Abidin, M.Ag., menyoroti pentingnya peran tokoh agama dalam upaya P4GN. Menurutnya, tokoh agama memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai bahaya narkoba melalui pendekatan keagamaan dan moral.

Melalui ceramah, pembinaan umat, serta kegiatan sosial keagamaan, tokoh agama dapat menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi dan memperkuat ketahanan keluarga serta lingkungan dari ancaman penyalahgunaan narkotika. Pendekatan yang humanis dan berbasis nilai-nilai spiritual juga dinilai mampu mendukung proses rehabilitasi serta reintegrasi sosial bagi penyalahguna narkoba.

Pada kesempatan yang sama, Dirbinmas Polda Sulteng sekaligus Kepala Posko Pusat Studi Kepolisian Untad, Kombes Pol. Dr. Sirajuddin Ramly, menyampaikan bahwa FGD tersebut digelar sebagai wadah memperkuat sinergi lintas sektor dalam merumuskan strategi pencegahan dan penanggulangan narkoba yang adaptif serta berkelanjutan.

Kegiatan ini diikuti oleh jajaran Polda Sulteng, pimpinan dan sivitas akademika Untad, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Untad beserta BEM fakultas, perwakilan mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Palu, Universitas Alkhairaat, dan UIN Datokarama Palu. Hadir pula organisasi kepemudaan yang tergabung dalam Cipayung Plus, organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, komunitas, serta insan media.**

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles