AKTIVI.ID– Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, secara resmi melantik 11 kepala sekolah di lingkungan Pemerintah Kota Palu, Sabtu (6/6/2026), bertempat di Rumah Jabatan Wali Kota Palu.
Pelantikan tersebut dirangkaikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memasuki masa purna bakti.
Adapun 11 kepala sekolah yang dilantik yakni Kepala SMP Negeri 11 Palu, SD Negeri 5 Kayumalue Ngapa, SD Inpres 1 Lolu, SD Negeri Lasoani, SD Inpres 5 Taipa Laga, SD Inpres 1 Birobuli, SD Inpres 2 Lolu, SD Inpres 12 Baiya, SD Negeri 11 Palu, SD Inpres 2 Lasoani, dan SD Inpres Palupi.
Dalam sambutannya, Wali Kota Hadianto terlebih dahulu menyampaikan penghargaan kepada para ASN yang memasuki masa pensiun. Menurut wali kota, para purna bakti tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keluarga besar Pemerintah Kota Palu.
“Meskipun telah memasuki masa purna bakti, mereka tetap merupakan bagian dari keluarga besar ASN Pemerintah Kota Palu. Hubungan baik yang selama ini terjalin harus tetap dipertahankan,” ujar wali kota.
Kepada para kepala sekolah yang baru dilantik, wali kota menegaskan bahwa proses seleksi dan penetapan dilakukan secara objektif, transparan, dan bebas dari segala bentuk intervensi.
“Yang bapak ibu raih hari ini adalah buah dari kerja keras dan hasil penilaian yang baik. Tidak ada intervensi apa pun, baik yang bersifat material maupun hal-hal lainnya. Hasil ini murni karena kemampuan dan kompetensi bapak ibu sekalian,” tegas wali kota.
Wali kota mengingatkan bahwa jabatan kepala sekolah bukan sekadar posisi administratif, melainkan pemimpin tertinggi di lingkungan sekolah yang memiliki tanggung jawab besar dalam membina seluruh warga sekolah.
Menurut wali kota, kepala sekolah harus mampu menjadi pembina bagi diri sendiri, guru, peserta didik, maupun seluruh entitas yang ada di sekolah.
“Kepala sekolah adalah top manager. Bapak ibu akan diuji melalui jabatan yang diemban hari ini. Bangun komunikasi yang baik dan kekeluargaan dengan seluruh guru tanpa mengesampingkan profesionalitas kerja,” kata wali kota.
Wali kota juga meminta para kepala sekolah menghindari sikap arogan, represif, dan otoriter dalam menjalankan tugas.
“Pastikan komunikasi dengan seluruh guru dan murid terbangun dengan baik. Lihat seluruh siswa seperti anak kandung sendiri. Jangan membeda-bedakan mereka, baik yang memiliki kemampuan akademik tinggi maupun yang masih membutuhkan pendampingan. Berikan kasih sayang, penguatan, dan pendampingan yang baik,” pesan wali kota.
Selain itu, wali kota mengingatkan pentingnya menghormati seluruh pihak yang berkontribusi terhadap perkembangan sekolah, termasuk masyarakat yang telah menghibahkan lahan demi terselenggaranya layanan pendidikan.
“Jangan sampai kita melupakan sejarah. Banyak sekolah di Kota Palu berdiri di atas tanah hibah masyarakat yang berharap pendidikan dapat berjalan dengan baik di wilayah mereka,” ungkap wali kota.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Hadianto memberikan perhatian khusus terhadap pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Wali kota meminta seluruh kepala sekolah mengelola dana tersebut secara cerdas, transparan, dan akuntabel. “Pengelolaan BOS selalu menjadi catatan dalam berbagai evaluasi. Karena itu saya minta agar dana BOS dikelola dengan berkualitas dan penuh tanggung jawab. Jangan menerapkan manajemen satu arah. Libatkan seluruh unsur sekolah dalam mengidentifikasi masalah, mengambil keputusan, dan melaksanakan program,” tegas wali kota.



