14.2 C
New York
Jumat, Mei 22, 2026

Buy now

spot_img

Anak Sakit Dipaksa Olahraga, Cik Vera Desak Evaluasi Kepsek dan Guru PJOK SMA Gamaliel

AKTIVI.ID-Salah Satu Orang Tua (Ortu) peserta didik SMA Gamaliel Palu, Cik Vera mendatangi pihak yayasan yang menaungi sekolah tersebut, mendesak agar kepala sekolah dan oknum guru PJOK segera di evaluasi, bahkan jika perlu kepala sekolahnya dipecat.

Orang tua peserta didik tersebut datang didampingi Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Palu Ismail Pangeran dan diterima oleh Direktur Sekolah Kristen Gamaliel Palu Deby Sunaris dan Kepala SMA Indra Matunggu dan oknum guru PJOK, serta dihadiri langsung Kacabdis Pendidikan Menengah Wilayah I Kota Palu dan Kabupaten Sigi Kristi Aria Pratama.

Hal tersebut dilakukan mengingat anak inisial JJ peserta didik kelas X (16 Tahun) kini terbaring di rumah sakit akibat ulah oknum guru PJOK yang dinilai kurang prefesional dalam proses belajar mengajar dengan cara memaksakan peserta didik dalam kondisi sakit untuk tetap berolahraga.

Peristiwa ini terjadi pada hari Senin (18/5/2026), saat jam mata pelajaran PJOK, oknum guru tersebut sebagaimana biasanya menginstruksikan peserta didiknya keluar dari kelas mengikuti olahraga. Tanpa memeriksa dan menanyakan kondisi peserta didik, sang guru langsung memerintahkan semua peserta didiknya melakukan game terlebih dahulu.

Usai mengikuti game, anak JJ mulai kelelahan dan perasaannya tidak enak dan memilih minta izin dan naik ke kelas, namun selang lima menit oknum guru meminta kepada salah satu peserta didik lainnya menyusul ke kelas dan meminta anak JJ agar segera kembali ke lapangan mengikuti kembali proses pelajaran.

Atas instruksi guru, anak JJ pun kembali mengikuti proses pelajaran berupa lari 100 meter, namun karena kondisi anak JJ kurang sehat hanya mampu menyelesaikan 50 meter.

Akibat kondisi sakit tetap dipaksa mengikuti proses pembelajaran PJOK, kini anak JJ dilarikan ke Rumah sakit oleh kedua orang tuanya hingga hari ini masih terbaring di rumah sakit. Hasil pemeriksaan awal saat masuk rumah sakit, anak JJ memiliki tekanan darah 170/131, denyut dani (jantung) 103.

Atas kondisi itu, orang tua anak JJ Cik Vera menilai guru PJOK kurang prefesional dalam proses pembelajaran, dan yang paling disayangkan adalah kepala sekolah dinilai tidak bertanggungjawab dan terkesan membela oknum guru PJOK. “Ini tidak betul kalau begini, anak saya sudah terbaring di rumah sakit, guru dan kepala sekolah harus di evalusi, jika perlu pecat kepala sekolah,”tegas orang tua anak JJ.

Sementara itu, oknum guru PJOK mengakui jika dirinya meminta kepada salah seorang peserta didiknya untuk menyusul dan meminta anak JJ kembali ke lapangan untuk melanjutkan pelajaran, hingga pada akhirnya anak JJ tidak mampu menyelesaikan lari 100 meter karena kondisi sakit. “Hanya mampu menyelesaikan 50 meter karena sakit,”sebutnya. Atas kejadian itu, Ia mengakui bersalah dan meminta maaf.

Kacabdis Kristi Aria Pratama meminta kepada pihak yayasan untuk segera melakukan evalusi, dan berharap peristiwa ini tidak akan terulang kembali karena ini menyangkut keselamatan jiwa peserta didik dan nama baik institusi. “Silahkan melakukan evalusi, pastikan ini tidak terulang kembali, terkait pemecatan ini dikembalikan ke pihak yayasan,”ujar Kacabdis.

Sementara itu, Direktur Deby Sunaris memastikan akan melakukan evalusi atas peristiwa tersebut, mengingat ini bukan hanya terkait anak JJ namun juga terkait nama baik institusi. Serta semua tuntutan, masukan dan saran baik dari orang tua anak JJ, Kacabdis serta Ketua FKUB akan menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan usai melakukan evaluasi.*

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles