AKTIVI.ID-Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Pembangunan Palu dalam waktu dekat kembali menurunkan peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai pemenuhan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada poin ketiga yaitu pengabdian kepada masyarakat.
Namun KKN kali ini berbeda dari pelaksanaan sebelumnya, khususnya pada program kegiatannya. Kali ini lebih difokuskan pada program tertentu agar lebih memberi dampak pada masyarakat, sebagaimana penekanan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) agar kampus dapat berdampak pada masyarakat.
Ketua STIA Pembangunan Palu Dr. H. Nasir Mangngasing, M.Si, menyampaikan penekanan tersebut diimplementasikan salah satunya pada program KKN, dimana KKN kali ini berbeda dari KKN Reguler yang selama ini dijalankan mahasiswa kampus ini. Kini berfokus pada satu tema atau lebih dikenal dengan nama KKN Tematik.
“Temanya kami belum tentukan, tapi pastinya dalam waktu dekat akan kami tentukan, agar nantinya mahasiswa peserta KKN dalam menyusun program berfokus pada tema itu, dengan harapan dampaknya lebih dirasakan oleh masyarakat,”jelas Nasir, Rabu (20/5/2026).
Terkait lokasi pelaksanaan KKN, Nasir menyebut akan di fokuskan ke desa-desa binaan. Mengingat kampus ini memiliki beberapa desa binaan, diantaranya Desa Porame, Kecamatan Kinovaro, Kabupaten Sigi dan Desa Pombewe, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi.
Selain itu, kampus ini juga memiliki MoU dengan Pemerintah Kota Palu, sehingga besar kemungkinan peserta KKN juga akan diarahkan sebagian di dalam Kota Palu. “Secara teknisnya nanti akan kami lihat, apakah semua ke desa binaan di luar Kota Palu, atau ada sebagian yang diarahkan ke dalam kota,”ujar Nasir.
Nasir juga mengungkapkan, jika peserta KKN tetap berposko di dalam kampus sebagaimana yang dilakukan oleh peserta KKN angkatan sebelumnya, meski angkatan kali ini program kerjanya sebagian besar aplikasinya di desa binaan. Hal ini dilakukan dengan dasar pertimbangan anggaran.
“Jika mereka berposko di luar kampus berada di desa binaan dipastikan biayanya besar, namun berbeda jika mereka tetap berada di dalam kota dan di dalam kampus, toh juga jarak antara kampus dengan desa binaan masih relatif dekat,”jelas Nasir.
Di sisi lain, waktu pelaksanaan KKN Tematik ini lebih singkat dari pada KKN Reguler. KKN Reguler selama ini dijalankan selama dua bulan, sementara KKN Tematik hanya satu setengah bulan. “Ini lebih singkat dari pada KKN Reguler, kita berharap ini dapat berjalan dengan baik dan betul-betul bisa memberi dampak pada masyarakat,”harap Nasir.



