AKTIVI.ID– Universitas Tadulako (Untad) kembali menggelar prosesi wisuda angkatan ke-136 yang berlangsung di Auditorium Untad pada Kamis (16/4/2026). Pada wisuda kali ini, sebanyak 1.272 lulusan dari jenjang Diploma 3, Sarjana, Magister, hingga Doktor resmi dikukuhkan.
Para wisudawan tersebut berasal dari berbagai disiplin ilmu dan fakultas di lingkungan Untad. Dari seluruh peserta wisuda, terdapat tiga wisudawan yang menjadi perhatian khusus karena merupakan pejabat penting di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
Ketiga wisudawan tersebut adalah Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Dr. Drs. Novalina, MM, Wakil Bupati Parigi Moutong H. Abdul Saing, M.Pd, serta Staf Ahli Gubernur Bidang Sumber Daya Manusia, Pengembangan Kawasan dan Wilayah Dr. Arif Ladjuba, M.Si.
Dalam sambutan pesan almamaternya, Rektor Untad Prof. Dr. Ir. Amar, ST., M.Si secara khusus menyebut dan memberikan apresiasi kepada ketiga tokoh tersebut yang turut menjadi bagian dari lulusan pada wisuda kali ini.
“Selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati, khususnya kepada tiga wisudawan istimewa yang juga merupakan tokoh penting di pemerintahan daerah,” ujar Prof. Amar.
Ia menegaskan bahwa prosesi wisuda bukan sekadar seremoni akademik, tetapi menjadi penanda penting bagi para lulusan yang akan memasuki babak baru dalam kehidupan mereka.
Menurutnya, di balik balutan toga yang dikenakan dengan penuh kebanggaan, terdapat perjalanan panjang yang ditempa dengan ketekunan, dedikasi, dan daya juang yang tinggi selama menempuh pendidikan.
Lebih lanjut, Rektor juga mengingatkan bahwa para lulusan kini akan menghadapi era baru yang ditandai dengan perkembangan pesat teknologi, khususnya kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
“Era ini menuntut kesiapan lulusan karena kecerdasan buatan tidak lagi sekadar menjadi alat bantu, tetapi telah menjadi bagian integral dalam cara kita belajar, bekerja, dan mengambil keputusan,” katanya.
Rektor menegaskan bahwa proses pendidikan di Untad tidak hanya memberikan bekal pengetahuan akademik, tetapi juga membentuk kapasitas intelektual yang adaptif, kreatif, dan kritis bagi para lulusan.
Kompetensi tersebut dinilai sangat penting untuk menghadapi berbagai perubahan dan disrupsi teknologi yang terus berkembang, termasuk kemajuan pesat dalam bidang kecerdasan buatan.
Ia juga berharap para lulusan dapat menghidupkan nilai-nilai luhur ketadulakoan sebagai landasan dalam perjalanan hidup mereka.
Nilai tersebut dikenal dengan falsafah Nakaba, Natona Nalanggai, dan Nabaraka yang menjadi pedoman moral dan etika bagi seluruh sivitas akademika Untad.
Sementara itu, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Farid Rifai Yotolembah, M.Si turut menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati atas capaian akademik yang telah diraih.
Ia berpesan agar para lulusan tidak hanya mengejar kesuksesan secara individu, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. “Pegang teguh nilai kejujuran, kerja keras, dan tanggung jawab. Keberhasilan sejati adalah ketika kita mampu memberi manfaat bagi orang lain,” ujarnya.
Farid juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus membuka ruang seluas-luasnya bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Ia berharap para lulusan Untad dapat menjadi bagian dari generasi yang berperan aktif dalam memajukan Sulawesi Tengah di berbagai sektor pembangunan.*



