4 C
New York
Jumat, Maret 20, 2026

Buy now

spot_img

Ribuan Jemaah Ikuti Salat Idulfitri 1447 H di Halaman Rektorat Unismuh Palu

AKTIVI.ID-Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu melaksanakan Salat Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah pada Jumat, 20 Maret 2026, di halaman Rektorat Unismuh Palu, Jalan Rusdy Toana Nomor 1, Kota Palu.

Ribuan jemaah memadati lokasi pelaksanaan salat sejak pagi hari. Halaman Rektorat hingga area Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) dipenuhi jemaah yang datang untuk menunaikan salat Idulfitri bersama civitas akademika dan masyarakat sekitar.

Salat Idulfitri dimulai tepat pukul 07.00 Wita. Sejumlah pejabat di lingkungan Unismuh Palu turut hadir dalam pelaksanaan salat Id tersebut.

Jumlah jemaah pada tahun ini tercatat lebih banyak dibandingkan pelaksanaan Salat Idulfitri tahun sebelumnya. Hal itu dipengaruhi oleh adanya perbedaan penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah antara Muhammadiyah dan pemerintah.

Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Sementara pemerintah menetapkan Hari Raya Idulfitri 1447 H pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Pada pelaksanaan Salat Idulfitri tersebut, Ustaz Samsul Fikar yang merupakan mahasiswa Fakultas Agama Islam (FAI) Unismuh Palu bertindak sebagai imam. Sementara khutbah Idulfitri disampaikan oleh Ketua Takmir Masjid Ulil Albab Unismuh Palu yang juga Wakil Dekan III FAI Unismuh Palu, Dr. Abdul Mufarik A. Marhum, S.Pd., M.Pd.

Dalam khutbahnya, Abdul Mufarik mengajak jemaah menjadikan momentum Idulfitri sebagai sarana refleksi untuk mempererat silaturahmi, terutama dengan kedua orang tua.

“Idulfitri bukan hanya tentang kemenangan setelah sebulan berpuasa, tetapi juga momentum untuk kembali memperkuat hubungan dengan keluarga, terutama kedua orang tua yang telah berjasa besar dalam kehidupan kita,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kesuksesan yang diraih seseorang tidak terlepas dari doa dan dukungan orang tua, khususnya seorang ibu.

“Banyak dari kita meraih keberhasilan hari ini karena doa orang tua, terutama seorang ibu. Karena itu, sudah seharusnya kita memperlakukan mereka dengan penuh kasih sayang dan penghormatan,” katanya.

Dalam khutbah tersebut, ia juga menyinggung bagaimana kasih sayang seorang ibu bahkan menginspirasi lahirnya berbagai peradaban manusia.

“Dalam sejarah manusia, kasih sayang seorang ibu bahkan melahirkan peradaban. Ada kisah tentang seorang ibu yang berusaha memberi makan anaknya dengan memanfaatkan umbi-umbian di sekitar tempat tinggalnya ketika manusia masih sibuk berburu. Dari situlah manusia mulai mengenal praktik bercocok tanam,” jelasnya.

Menurutnya, kisah tersebut menunjukkan bahwa banyak pengetahuan dan peradaban lahir dari naluri kasih sayang seorang ibu.

Ia juga menyampaikan bahwa doa seorang ibu pada dasarnya sangat sederhana, yakni berharap anak-anaknya dapat hidup lebih sukses dan bahagia dibandingkan dirinya.

“Doa seorang ibu itu sederhana. Ia hanya ingin melihat anak-anaknya hidup lebih bahagia dan lebih sukses daripada dirinya,” tuturnya.

Karena itu, ia mengajak seluruh jemaah untuk merenungkan besarnya pengorbanan orang tua dan memanfaatkan sisa kehidupan untuk berbakti kepada mereka.

“Mari kita gunakan sisa hidup yang kita miliki untuk berbakti kepada kedua orang tua, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, khatib juga mengajak jemaah untuk mendoakan warga sipil di berbagai negara yang tengah dilanda peperangan.

“Di hari yang penuh kemenangan ini, mari kita juga mendoakan saudara-saudara kita di berbagai belahan dunia yang masih dilanda peperangan. Semoga mereka diberikan kekuatan, yang gugur dijadikan syuhada, dan semoga Allah menghadirkan kedamaian bagi mereka,” ujarnya.*

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles