AKTIVI.ID– Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, secara resmi membuka kegiatan pendidikan dan pelatihan bagi Remaja Islam Masjid (RISMA) di Kota Palu, pada Jumat (14/02/2026), bertempat di ruang rapat Bantaya Kantor Wali Kota Palu.
Kegiatan diklat RISMA yang dilaksanakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Palu tersebut bertujuan menambah wawasan nilai kesadaran berbangsa dan bernegara yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan rapat koordinasi Forum Pembauran Kebangsaan Kota Palu. Dalam sambutannya, Wali Kota Hadianto menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut di awal tahun 2026.
Menurut wali kota, penguatan nilai kebangsaan perlu terus dilakukan kepada seluruh pemangku kepentingan sebagai upaya memperkuat rasa nasionalisme.
“Di awal tahun ini, meskipun sudah memasuki bulan kedua triwulan pertama, saya berterima kasih karena kegiatan ini kembali dilaksanakan. Kita perlu terus melakukan penguatan kepada seluruh stakeholder untuk kembali menguatkan nilai-nilai kebangsaan melalui Pancasila sebagai pegangan dalam menumbuhkan jiwa nasionalisme,” ujar wali kota.
Wali kota juga menyinggung pentingnya menjaga aset daerah agar tidak hilang ataupun rusak. Wali kota mengingatkan agar seluruh pihak turut menjaga berbagai fasilitas yang telah dibangun pemerintah.
“Jangan sampai ada yang hilang. Kalau sekarang saja besi sedikit sudah hilang, apalagi yang tidak kelihatan. Banyak aset yang sudah kita buat, namun masih saja terjadi kehilangan,” ungkap wali kota.
Selain itu, wali kota menyoroti tantangan pengangguran terbuka yang masih cukup tinggi, yang menurutnya perlu menjadi bahan evaluasi bersama.
Menurut wali kota, persoalan pengangguran tidak hanya disebabkan oleh terbatasnya lapangan pekerjaan, tetapi juga karena adanya kecenderungan masyarakat yang terlalu selektif dalam memilih pekerjaan.
Selain itu, faktor lain seperti rendahnya tingkat penyelesaian pendidikan, ketidaksesuaian lulusan pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja, serta minimnya keterampilan juga menjadi penyebab.
“Nah, perlu evaluasi di kita bersama, apa yang menjadi kunci solusi dari permasalahan ini. Kita harus mencari solusi atas setiap permasalahan yang ada,” tambah wali kota.
Melalui kegiatan diklat tersebut, wali kota berharap RISMA dapat menjadi wadah pembinaan generasi muda yang mampu berkontribusi dalam mengidentifikasi berbagai persoalan sosial di masyarakat.
Wali kota juga mendorong adanya kolaborasi lintas pemuda dari berbagai latar belakang agama untuk bersama-sama memetakan masalah dan menyiapkan solusi terbaik.
Lebih lanjut, wali kota menegaskan bahwa Pemerintah Kota Palu berharap hasil identifikasi permasalahan tersebut dapat segera dirumuskan menjadi program yang dapat diakomodasi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Pemerintah Kota Palu sangat berharap berbagai persoalan yang ada bisa segera teridentifikasi, sehingga kita dapat menyiapkan program yang dapat diakomodir dalam APBD. Bisa kita intervensi di penghujung tahun 2026 atau kita siapkan di tahun berikutnya. Jangan sampai terlambat agar program dapat tereksekusi dengan baik,” tutup wali kota.*



