AKTIVI.ID-Suasana penuh semangat dan keceriaan menyelimuti halaman SDN 27 Olo Ladang, Kecamatan Padang Barat, pada Minggu (26/10/2025) pagi. Sejak pukul 06.30 WIB, ratusan masyarakat, tenaga medis, mahasiswa kesehatan, dan relawan tampak memadati lokasi pelaksanaan kegiatan Bakti Sosial (Baksos) yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Padang.
Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 11.00 WIB ini tidak hanya menjadi ajang pengabdian bagi para dokter dan tenaga kesehatan, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi strategis yang cerdas dan inovatif, mempertemukan beragam elemen kesehatan di Kota Padang. IDI Padang menggandeng berbagai mitra seperti Lembaga Kesehatan Mahasiswa Islam (LKMI) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Padang, sejumlah Rumah Sakit, Klinik, serta lembaga mahasiswa kesehatan dari berbagai perguruan tinggi di daerah itu.
Puncak kegiatan Baksos tersebut dibuka secara resmi oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, yang hadir didampingi sejumlah pejabat dan tokoh kesehatan setempat. Dalam sambutannya, Fadly menyampaikan apresiasi tinggi kepada IDI dan seluruh pihak yang berkontribusi dalam kegiatan sosial tersebut. Ia menilai, momentum HUT IDI ini menjadi refleksi atas perjalanan panjang profesi kedokteran yang tidak hanya mengabdi pada ilmu, tetapi juga pada kemanusiaan.
“Kegiatan seperti ini bukan sekadar perayaan ulang tahun organisasi, melainkan wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab moral kita terhadap masyarakat. Saya bangga melihat sinergi luar biasa antara dokter, mahasiswa, dan masyarakat dalam kegiatan ini,” ujar Fadly Amran di hadapan para peserta.
Ia menambahkan, kolaborasi lintas sektor yang terbangun melalui kegiatan Baksos IDI menjadi contoh konkret bagaimana peran tenaga medis dan mahasiswa dapat bersatu dalam misi kemanusiaan. Menurutnya, Pemerintah Kota Padang akan terus mendukung kegiatan serupa yang menumbuhkan kesadaran hidup sehat dan memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat akar rumput.
Ragam Kegiatan: Dari Donor Darah hingga Edukasi Sehat
Kegiatan Baksos IDI Cabang Padang ini menyuguhkan beragam layanan kesehatan dan aktivitas edukatif yang dapat dinikmati oleh masyarakat secara gratis. Di antaranya, Donor Darah, Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Penyuluhan Kesehatan, Fun Walk dan Senam Sehat, serta sesi Edukasi Kesehatan bersama Dokter Muda.
Kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memberi layanan kesehatan langsung, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya gaya hidup sehat di tengah masyarakat perkotaan yang kini semakin dinamis.
Salah satu pihak yang mencuri perhatian dalam kegiatan ini adalah LKMI HMI Cabang Padang, yang hadir dengan konsep inovatif melalui dua program unggulan: Art Therapy (Terapi Seni) untuk Anak-anak dan Skrining Kesehatan Gigi untuk Masyarakat Umum.
Art Therapy: Terobosan Kreatif untuk Anak
Program Art Therapy menjadi daya tarik tersendiri dalam kegiatan tersebut. Puluhan anak dari lingkungan sekitar sekolah tampak antusias mengikuti kegiatan menggambar dan mewarnai yang dikombinasikan dengan pesan-pesan kesehatan. Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya diajak bermain, tetapi juga belajar mengenali emosi, memahami kesehatan diri, dan mengekspresikan perasaan melalui karya seni.
Ketua LKMI HMI Cabang Padang, Adam Fitrah, menjelaskan bahwa Art Therapy merupakan pendekatan kreatif yang menggabungkan unsur psikologi, seni, dan edukasi untuk meningkatkan kesejahteraan mental anak-anak.
“Kami percaya bahwa kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Melalui seni, anak-anak bisa belajar mengekspresikan diri, memahami emosi, sekaligus memperoleh pengetahuan tentang kesehatan dengan cara yang menyenangkan,” ujarnya.
Adam menambahkan, kegiatan ini merupakan wujud nyata dari visi LKMI untuk menghadirkan layanan kesehatan yang menyentuh seluruh dimensi kehidupan manusia, termasuk aspek emosional dan spiritual.
Skrining Gigi: Edukasi Preventif yang Disambut Antusias
Selain Art Therapy, LKMI HMI Cabang Padang juga menggelar Skrining Kesehatan Gigi untuk masyarakat umum. Kegiatan ini disambut antusias oleh ratusan warga yang hadir di lokasi acara. Pemeriksaan dilakukan oleh relawan medis muda bekerja sama dengan dokter dan tenaga ahli dari berbagai klinik mitra IDI.
Program ini tidak hanya memberikan layanan pemeriksaan gigi gratis, tetapi juga menghadirkan edukasi praktis tentang pencegahan penyakit gigi dan mulut, termasuk cara menyikat gigi yang benar serta pentingnya menjaga kebersihan gigi sejak usia dini.
“Kami ingin mengedukasi masyarakat agar tidak menunggu sakit baru berobat. Pencegahan jauh lebih baik dan lebih murah. Melalui skrining ini, kami menanamkan kebiasaan sehat yang bisa diterapkan setiap hari,” jelas Adam.
Ia menilai, isu kesehatan gigi sering kali terabaikan di masyarakat, padahal memiliki dampak besar terhadap kesehatan tubuh secara keseluruhan. Karena itu, kegiatan seperti ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya perawatan gigi secara rutin.
Dari Bakti Sosial Menuju Pemberdayaan
Apa yang ditunjukkan oleh LKMI HMI Cabang Padang dalam kegiatan ini mendapat apresiasi luas dari berbagai pihak. Banyak peserta dan pengunjung yang menilai bahwa konsep kegiatan tersebut mencerminkan bentuk baru dari pelaksanaan bakti sosial yang lebih progresif dan berkelanjutan.
Baksos kini tidak lagi dimaknai sekadar sebagai kegiatan memberi bantuan medis atau sosial, tetapi telah berevolusi menjadi wadah pemberdayaan masyarakat melalui edukasi, kolaborasi, dan keterlibatan aktif berbagai elemen kesehatan.
“Kami tidak hanya datang untuk memberikan layanan, tetapi juga ingin meninggalkan bekal pengetahuan dan kesadaran bagi masyarakat agar bisa mandiri menjaga kesehatannya,” ujar salah satu dokter muda peserta Baksos.
Konsep inilah yang oleh LKMI disebut sebagai “Bakti Sosial Masa Depan” — sebuah pendekatan yang mengedepankan aspek keberlanjutan, pendidikan, dan kolaborasi sebagai fondasi utama kegiatan sosial.
Harapan untuk Dampak Jangka Panjang
Menutup kegiatan, Ketua LKMI HMI Cabang Padang, Adam Fitrah, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, terutama IDI Cabang Padang yang telah memberikan ruang bagi mahasiswa kesehatan untuk terlibat aktif dalam momentum penting ini.
“Kami berharap, semangat kolaborasi ini terus terjaga. LKMI HMI akan selalu siap menjadi mitra strategis dalam setiap upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, baik di tingkat daerah maupun nasional,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua IDI Cabang Padang dalam pernyataannya menegaskan bahwa usia ke-75 tahun menjadi momentum reflektif bagi seluruh dokter di Indonesia untuk terus memperkuat komitmen pelayanan kepada masyarakat dengan semangat profesionalisme, empati, dan kolaborasi lintas disiplin.
“IDI tidak akan pernah berhenti berinovasi. Kami ingin menjadikan momentum ini sebagai tonggak untuk melangkah lebih maju dalam membangun masyarakat yang sehat, produktif, dan berdaya,” ujarnya.
Membangun Kesadaran Kolektif
Kegiatan Baksos yang meriah dan sarat makna ini tidak hanya menjadi catatan keberhasilan IDI Cabang Padang, tetapi juga menjadi inspirasi bagi organisasi profesi lain untuk mengembangkan bentuk pengabdian yang lebih partisipatif.
Melalui kegiatan ini, masyarakat mendapatkan pemahaman bahwa kesehatan bukan hanya urusan tenaga medis, melainkan juga tanggung jawab bersama. Sinergi antara pemerintah, organisasi profesi, lembaga pendidikan, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam membangun sistem kesehatan yang kuat dan berkelanjutan.
Refleksi 75 Tahun Pengabdian
Perayaan HUT ke-75 IDI membawa pesan moral bahwa profesi dokter telah dan akan terus menjadi garda terdepan dalam pelayanan kemanusiaan. Dalam perjalanan panjang tersebut, IDI bukan hanya menjadi organisasi profesi, tetapi juga simbol solidaritas dan dedikasi dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat dan sejahtera.
Melalui kegiatan seperti di SDN 27 Olo Ladang ini, nilai-nilai kemanusiaan kembali ditegaskan — bahwa di balik setiap tindakan medis, terdapat semangat tulus untuk mengabdi dan berbagi.
Dengan sinergi yang terus terbangun antara IDI, LKMI HMI, dan seluruh elemen kesehatan, diharapkan semangat inovasi dan kolaborasi ini tidak berhenti di satu momentum, tetapi terus berkembang menjadi gerakan nasional menuju Indonesia yang lebih sehat, berdaya, dan berbahagia.*



